Unisba Tidak Konsisten dalam Penentuan Jumlah Maba

Suasana Pembukaan Taaruf Unisba di dalam Aula Kartimi Kridhoharsodjo jalan Tamansari no.1 pada Senin (19/9). Unisba sebelumnya memperkirakan jumlah mahasiswa yang mendaftar ulang tidak akan bertambah banyak. Namun menurutnya pendaftaran ulang di gelombang tiga ternyata membludak. (Fadhis/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Memasuki Pekan Taaruf, Unisba tidak konsisten dengan menerima 3.127 mahasiswa baru. Padahal, awalnya hanya menargetkan 2.600 mahasiswa. Humas Unisba, M.E. Fuady  berkilah, pihak universitas sebelumnya memperkirakan jumlah mahasiswa yang mendaftar ulang tidak akan bertambah banyak. Namun menurutnya, saat daftar ulang di gelombang tiga ternyata membludak.

Fuady menambahkan, Unisba dalam segi akademik dan fasilitas dapat dikatakan siap. Menurutnya, permasalahan lahan parkir masih sulit di atasi ditambah pembangunan gedung baru di Tamansari no.24 yang masih cukup lama. “Kalau bisa mahasiswa nanti tidak ada yang menggunakan kendaraan roda empat. Akan lebih baik kalau menggunakan sepeda ke kampus sesuai himbauan walikota.”

Nanang A. Firdausi, kepala bagian kemahasiswaan mengatakan, bidang kemahasiswaan pun harus siap melayani mahasiswa yang kian bertambah. Namun, pihaknya mengaku tidak mengetahui tentang sistem penerimaan mahasiswa baru. “Kalau itu sudah menjadi kebijakan pimpinan (penerimaan jumlah maba) kita harus siap untuk melaksanakan,” jelasnya.

Menurut Shella Karina jika dilihat dari fasilitas, Unisba yang masih dinilai kurang. Ditambah dengan mahasiswa aktif yang masih menghuni Unisba hanya akan menambah sesak. “Jika ada peningkatan fasilitas dan perbanyakan kelas, mungkin tidak akan ada masalah,” ucap mahasiswi farmasi 2014 itu. (Agistha/SM)

2 thoughts on “Unisba Tidak Konsisten dalam Penentuan Jumlah Maba

  • September 22, 2016 at 5:54 am
    Permalink

    Ini berita atau opini? Bila berita, hindari penilaian, termasuk pada judul berita. Wartawantidak memasukkan opini dalam berita yang dibuatnya. Kalo mau, konsisten saja, menulis opini atau berita. Trims.

    Reply
  • September 22, 2016 at 5:54 am
    Permalink

    Ini berita atau opini? Bila berita, hindari penilaian, termasuk pada judul berita. Wartawantidak memasukkan opini dalam berita yang dibuatnya. Kalo mau, konsisten saja, menulis opini atau berita. Trims.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *