Terkait Pungutan Dana, Fikom 2015 Keluhkan Sosialisasi

Seorang mahasiswa tengah melihat sebuah surat edaran pada Jumat (30/12/2016). Surat edaran tersebut berisi meminta bantuan dana sebesar Rp 370.000 per mahasiswa.  Ini keluar karena adanya masalah perutangan pasca Inaugurasi Fikom 2015. (Amelia/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba  – Acara Inaugurasi Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba angkatan 2015 yang diselenggarakan pada Mei 2016 lalu menyisakan pekerjaan rumah. Sejumlah pembayaran pada pihak terkait nyatanya belum dilunasi. Hal tersebut membuat Inaugurasi menyisakan hutang piutang.

Seluruh mahasiswa Fikom 2015 pun harus membayar iuran sebesar Rp 370.000 setiap orangnya. Pungutan tersebut dilakukan melalui surat edaran, yang sudah disebar pada 5 Desember 2016 lalu. Terkait hal ini, sejumlah mahasiswa Fikom 2015 turut berkomentar.

Seperti yang diutarakan oleh Deviana Fauziyyah, yang mengaku tidak ada pendekatan pada mahasiswa 2015 yang bukan panitia. Selain itu,  sosialisasi yang kurang, dianggap menjadi kendala utama dalam pembayaran pungutan dana. Devi menambahkan, edaran surat dianggap terlalu mendadak dan jangka waktu dari inaugurasi sampai saat ini dirasa cukup jauh.

“Hutangnya sudah mengatasnamakan angkatan 2015, mau enggak mau ya kita harus bayar. Saya harap ada transparansi dana yang dilampirkan di surat edaran untuk orang tua,” tutur mahasiswi Jurnalistik 2015 itu.

Senada dengan Deviana, mahasiswa Manajemen Komunikasi 2015, Helmi Hamdani menyayangkan cara yang dilakukan oleh panitia inaugurasi dalam meminta bantuan dana kepada mahasiswanya. Menurutnya dari awal tidak da sosialisasi yang benar dari pihak panitia. “Tapi kita tidak bisa menyalahkan panitia karena acara inaugurasi jugakan acara angkatan 2015. Caranya saja yang disayangkan,” jelasnya.

Panitia inaugurasi Fikom 2015, Firman SW mengharapkan adanya pengertian dari mahasiswa 2015 non panitia lainnya. Karena ini permasalahan angkatan dan harus diselesaikan bersama juga. “Bagi saya, dana sebesar 370 ribu itu ya enggak wajar juga. Tapi ini adalah solusi terakhir,” ujar mahasiswa Public  Relations ini. (Agistha/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *