Surfive, Ajang Berkenalan Maba 2016 dan Lima Lembaga Fikom

Open House Fikom Unisba 2017 saat Alumni tahun 1999 nya, Muhammad Asri Rasman menjadi pembicara. Ia menyampaikan materi terkait keuntungan menjadi aktivis kampus di dunia kerja. Acara ini berlangsung di Gedung HJ. Kartimi Kridoharsodjo Unisba pada Selasa (18/4/2017). (Rizqon/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menggelar acara tahunan Open House Fikom Unisba pada Selasa (18/4). Acara  yang bertemakan Surfive ini terselenggara di Gedung HJ. Kartimi Kridoharsodjo yang dibuka oleh Wakil Dekan I Fikom, Oji Kurniadi. Talk show, games, video greeting, dan dance musical merupakan suguhan dalam surfive.

Agenda ini menghadirkan perkenalan dari lima lembaga Fikom Unisba yakni DAM Fikom, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikom, Keluarga Mahasiswa Jurnalistik (KMJ), Keluarga Mahasiswa Manajemen Komunikasi (KMMK) dan Himpunan Mahasiswa Public Relation (HimaPR). Sesi talk show ini, digunakan setiap ketua dari masing-masing lembaga untuk menjelaskan sistematika dan kehidupan organisasi.

Pembicara lain yang ikut mengisi acara tersebut yakni  alumni Fikom Unisba 1999, Muhammad Asri Rasman yang sekarang bekerja di CNN Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana menjadi aktivis kampus itu begitu menguntungkan. Dimulai pembawaan diri, adaptasi dan koordinasi dengan manusia lain dapat diaplikasikan di dunia kerja. Meskipun begitu, ia memberitahu bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) masih menjadi pertimbangan perusahaan.

Ketua Pelaksana acara ini, Hareyza Noor Azmi menjelaskan, tema surfive mempunyai maksud agar lima lembaga Fikom dapat bertahan bersama mahasiswa baru 2016. “Kita juga mau nunjukkin sebuah persatuan dan kesatuan antar lembaga Fikom,” ujar mahasiswa Public Relation 2014 ini. Ia berharap setelah acara ini berlangsung, mahasiswa Fikom 2016 dapat mengenal lebih dalam tentang lima lembaga juga tertarik untuk berorganisasi.

Ketua BEM FIKOM 2017, Vina Kemala Hakim mengutarakan jika acara ini wajib diikuti oleh mahasiswa baru 2016. Namun, disayangkannya banyak dari Maba tidak hadir dalam agenda. “Bahkan yang sekarang hadir saja karena ada daftar hadir kelas yang dipindah. Tugas lembaga kedepannya sih bagaimana mengajak mahasiswa yang apatis agar bergabung,” tuturnya.

Acara ini dinilai penting dan baik bagi angkatan 2016, seperti yang diungkapkan oleh mahasiswa Fikom 2016 Zulfa Fauziyyah. “Satu kata untuk acara ini wow. Pengaruh yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan ini jadi acuan maba untuk memilih organisasi yang akan diikuti,” ujar perempuan berambut pendek tersebut. (Puteri/SM)