Sidang Tengah Periode KBMU Sepi Pengunjung

Suasana ketika presidium mengawali Sidang Tengah Periode (STP) Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) pada Jumat (20/5) di Student Centre Unisba. Sayangnya, sedikit peserta undangan yang hadir pada acara tersebut, padahal sidang seperti itu dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja BEMU satu semester kebelakang.

Suaramahasiswa.info, Unisba-  Sidang Tengah Periode (STP) Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) berlangsung di Student Centre pada Jumat (20/5). Dalam sidang tersebut, dibacakan laporan pertanggungjawaban baik dari presiden mahasiswa maupun menteri-menterinya perihal apa saja yang sudah dilakukan dalam satu semester ini.

Sayangnya, acara yang dibuat untuk wadah aspirasi para aktivis organisasi internal kampus ini sepi pengunjung. Dennis Mulya Septian pun mengaku, telah memprediksi peserta STP yang datang akan kurang dari target seharusnya, yaitu setengah plus satu. Padahal, informasinya sudah disebarkan dari jauh-jauh hari.

Dennis menambahkan, peserta undangan itu terdiri dari perwakilan dari setiap DAMF, BEMF, LKM, UKM, BEMU, dan DAMU. Jumlah seharusnya ialah 66 orang, tiap organisasinya medelegasikan dua orang.

“Bicara soal ide memang sudah sampai, tapi realitanya ya seperti ini, banyak yang tidak datang. Memang ini  permasalahan klasik dari tahun ke tahun, dalam draft sidang ayat satu disebutkan apabila peserta undangan tidak setengah plus satu maka diadakan pending sepuluh menit. Jika setelah pending masih kurang, sidang tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Jika memang para mahasiswa merasa BEMU dan DAMU banyak yang perlu dikritisi seharusnya mereka datang pada sidang kali ini, jelas Denis. Menurutnya, ketika para peserta undangan tidak hadir dapat diasumsikan bahwa tidak ada masalah yang harus dievaluasi, dilihat dari kurangnya antusias mahasiswa dalam mengikuti STP ini.

Tanggapan pun terlontar dari salah satu peserta sidang, Muhammad Mujadidi. Baginya, momen sidang seperti ini sangat penting untuk perbaikan BEMU satu semester kedepan. Dia pun berpendapat baik BEMU maupun DAMU dirasa kurang merangkul mahasiswa dan organ intra lainnya.

“Selain itu, jika mahasiswa merasa BEMU dan DAMU ada kekurangan maka sampaikan pada forum STP atau yang lebih tinggi yaitu kongres,” tutup mahasiswa Fakultas Dakwah 2012 tersebut. (Rifka/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *