Setengah Periode BEMU Berjalan ini Tanggapan Mereka

Suasana sidang tengah periode BEMU yang diselenggarakan oleh BEMU di basement Ranggagading, tidak banyak dihadiri undangan pada jumat (20/5). Setengah periode yang telah dijalankan bemu ini menuai tanggapan terkait kekurangan dan pencapain yang telah dilakukan.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Sidang tengah periode Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) yang diselenggarakan sejak kemarin menandakan setengah periode BEMU telah menjabat. Perjalanan  BEMU selama ini menuai tanggapan, terkait kekurangan dan pencapaian yang telah dilakukan. Salah satunya dari Nuran Fiqolbi, presiden mahasiswa 2013-2014.

“Saya melihat bahwa BEMU sekarang kurang turun ke bawah, kurang mendengarkan BEMF dan UKM serta ada ketidak harmonisan di lembaga-lembaga di bawahnya,” ungkap Nuran.

Nuran pun menambahkan, program yang dibuat haruslah sesuai dengan slogan BEMU yaitu dari mahasiswa oleh mahasiswa untuk mahasiswa. Baginya hal ini terlihat berbeda ketika mahasiswa kurang berpartisiasi dalam pogram-program yang diadakan BEMU.

Tanggapan lain pun terlontar dari mantan ketua BEMF Dakwah periode lalu, Ananda M. Firdaus menuturkan banyak program rekomendasi dari kabinet insan kamil yang dicanangkan dan telah dijalankan. Menurutnya kekurangan BEMU periode ini yaitu minimnya komunikasi ke lembaga lain. “Secara kinerja bagus, namun hubungan yang dijalan kurang baik,” tuturnya.

Ketua DAMU, Denis melihat kinerja BEMU sudah dapat  ditangani meski masih ada yang harus diperbaiki disisa periodenya. “Banyak pencapaian baik untuk keluar, namun harus diperbaiki program untuk kedalam BEMU nya sendiri,”tegasnya.

Galif anggota LKM Stuba, mengatakan bahwa BEMU kurang berbaur sehingga memunculkan kesan eksklusif. Menurutnya kesan yang dibuat BEMU ini berimbas dan terlihat dengan sedikitnya orang yang datang ketika STP. “Saya datang kesini bukan karena keharusan namun ada teman yang ikut,” ujarnya.

Ia melihat acara untuk mahasiswa yang diselenggarakan BEMU ini hanya sekedar kajian tapi tidak ada tindakan nyata. Baginya, terlepas dari benar atau salah  keputusan yang dibuat, selama presma mementingkan mahasiswa tidka apa-apa  namun tidak baik juga jika terlalu sering.

Galif  meceritakan saat makrab, sempat ada rencana audiesnsi bersama rektor tapi belum ada sampai sekarang. “Ya… tapi masih bisalah diperbaiki untuk selanjutnya,” jelasnya. (Ressy/SM)