Seni Apresiasi Pasuma, Persembahkan Karya Untuk Orang Tua

Meriahnya pembukaan acara Snap Paduan Suara Mahasiswa Unisba 2016 yang dihiasi oleh gemerlap warna lampu pada panggung pentas serta diiringi oleh alunan musik vocal group Pasuma, bertemakan ‘Candlelight 80-90’s’, acara ini berlangsung di Auditorium Institut Francais D’Indonesie, pada Sabtu (27/2). (Devi/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Suasana kampus menjelang magrib terasa lengang, wajar saja Sabtu (27/2) memang tidak ada kegiatan, mengingat para mahasiswa Unisba masih menikmati masa liburnya. Pada hari ini saya sengaja datang ke kampus untuk menunggu beberapa teman. Rencananya kami akan menghadiri acara Seni Apresiasi Pasuma (Snap) yang digelar di Auditorium Institut Francais D’Indonesie, jalan Purnawarman. Tak berapa lama teman-teman saya datang, tanpa menunggu lama lagi kami pun berangkat ke tempat tujuan.

Sesampainya disana, saya bertemu dengan ketua pelaksana, Bangun Anugrah Wijaya. Dia pun menceritakan tema dari acaranya. Mengangkat tema ‘Candlelight 80’-90’s’, Bangun dan kawan-kawan bermaksud untuk membawa penonton ke masa lalu. “Tidak hanya mahasiswa, orang tua dari anggota pasuma juga turut hadir. Maka dari itu sengaja lagu di tahun 80 dan 90-an akan kita bawakan karena itu adalah zamannya mereka,” tutur mahasiswa Fakultas Teknik 2015 tersebut.

Dia menambahkan, akan ada kejutan dari pasuma 2015 untuk para orang tuanya yang datang. Para anggota baru dari Pasuma ingin menunjukan, bahwa selama ini mereka pulang malam dari kampus semata-mata untuk menyalurkan bakatnya. Dengan harapan, ayah dan ibunya lebih memahami dan mendukung kegiatan anak-anaknya dalam berkarya di salah satu unit kegiatan mahasiswa ini.

Setelah menutup perbincangan saya pun langsung mengambil posisi untuk menyaksikan Snap. Lampu di ruangan serba hitam itu meredup, pertanda acara akan segera dimulai. Lagu hymne Unisba pun membuka pagelaran musik malam itu. Dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari para anggota pasuma. Beberapa lagu jadul dilantunkan, diantaranya ‘Mercy’ dari Duffy, ‘It’s My Life’ dari Bon Jovi dan beberapa lagu Michael Jackson seperti ‘Beat It’, ‘I’ll Be There’, ‘Earth Song’ dan ‘One Day In Your Life’.

Tidak terasa sudah hampir tiga jam berlalu, malam pun semakin larut, anak kecil yang datang ke acara ini pun sudah mulai menguap menahan kantuk. Pembawa acara tak henti-hentinya mengingatkan agar penonton jangan beranjak dulu dari tempat duduk, karena ada kejutan yang akan di persembahkan kepada orang tua. Saya pun semakin dibuat penasaran.

Setelah sabar menunggu, sampailah pada acara puncak. Semua anggota baru pasuma dan beberapa seniornya menyanyikan lagu Kenny yang berjudul ‘Cinta Untuk Mama’ sambil membawa lilin-lilin kecil. Suasana semakin haru ketika mereka memberikan bunga pada orang tua yang hadir. Persembahan ini pun membuat hadirin yang datang meneteskan air mata sembari ikut bernyanyi.

Juju Suryanegara, salah seorang ayah dari anggota pasuma menuturkan pendapatnya seusai acara. Anaknya yang selalu pulang larut malam dari kampus sempat membuatnya khawatir. Namun, setelah menyaksikan buah hatinya tampil, membuatnya semakin bangga sekaligus lega karena yang dilakukan anaknya merupakan hal positif. “Agak was-was dari kemarin anak pulang malam terus, tapi kalau seperti ini ya enggak apa-apa. Sebagai orang tua saya jadi bangga,” ujarnya.

Akhirnya acara Snap pun berakhir, menyisakan suasana hangat dari mereka yang berkumpul bersama ayah ibunya. Malam itu, pasuma telah membuktikan bahwa mereka bisa membanggakan orang tua yang selama ini cemas menunggu di rumah. (Rifka/SM)

Satu tanggapan untuk “Seni Apresiasi Pasuma, Persembahkan Karya Untuk Orang Tua

  • Februari 29, 2016 pada 7:21 am
    Permalink

    maaf kak, sedikit koreksi. di pembukaan kita menyanyikan lagu hymne unisba, bukan mars unisba. 🙂 terimakasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *