Pro dan Kontra Hasil Kebijakan Berpakaian Saat UAS

Mahasiswa Fikom sedang membaca selembaran tentang arti seragam dari lima lembaga di Fakultas Ilmu Komunikasi, Selasa (6/1). (Wulan/Job)

SuaraMahasiswa.info Unisba– Peraturan baru untuk menggunakan pakaian seragam hitam putih Fikom telah ditetapkan pada 5 Januari 2015. Keputusan ini mengharuskan mahasiswa Fikom angkatan 2014 untuk memakai seragam pada saat ujian berlangsung. Penetapan peraturan ini menyebabkan pro dan kontra diantara mahasiswa Fikom 2014.

Seorang mahasiswa Fikom 2014 bernama Ravi Zuswayuda mengatakan pemakaian seragam hitam putih atau baju bebas tidak membuat nilai UAS bagus atau buruk. Penyeragaman ini dianggap tidak akan mempengaruhi intelektual seseorang. “Saya Netral, engga ngaruh juga ke hasil ujian kita,” ujarnya.

Mella Zulia salah satu mahasiswa Fikom 2014 juga memaparkan ketidaksetujuannya terhadap peraturan berpakaian saat UAS. Menurutnya memakai seragam hitam putih tidak fleksibel, sedangkan memakai baju bebas sudah menjadi ciri khas Fikom. “Lebih baik diseragamin semua angkatan jangan hanya angkatan 2014,” tutur Mella.

Sependapat dengan Mella, Fadly Sumantri mengaku bahwa dirinya tidak setuju. “Mending pakaian bebas saja, kalau pakai kemeja gerah dan engga nyaman pas ngerjain soal,” ujar mahasiswa Fikom angkatan 2014 itu. Dia juga menuturkan apa salahnya beda, penampilan tidak mempengaruhi akreditasi. (Wulan/Job)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *