PPMB Fikom Menguras Energi Panitia

Suasana Taaruf Fakultas Ilmu Komunikasi di gedung Kartimi Kridhoharsodjo pada Sabtu (24/9). Fredericko Sinatria selaku Koordinator Lapangan 1 megeluhkan tentang pelaksanaan PPMB yang dibagi menjadi tiga minggu. Tak hanya itu, ia pun merisaukan tentang keseriusan panitia untuk menggarap kegiatan ini, serta jadwal ditakutkan menguras energi mereka. (Vigor M. Loematta/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Memasuki masa program penerimaan mahasiswa baru (PPMB), Fakultas Ilmu Komunikasi mengeluhkan durasi rangkaian acara PPMB yang ditentukan selama tiga minggu oleh universitas. Berbeda dengan permasalahan waktu yang dirasakan setiap fakultas, Fikom lebih mengkhawatirkan panitia yang berkontribusi dalam acara. Hal ini diutarakan oleh Fredericko Sinatria, Koordinator Lapangan 1 PPMB Fikom pada Rabu lalu (21/9).

Mahasiswa Public Relations yang akrab disapa Iko ini menjabarkan, rangkaian acara PPMB yang rencananya terlaksana pada 2, 9, dan 16 Oktober ini dikhawatirkan akan menguras energi panitia. Selain karena perkuliahan yang sudah dimulai, ketakutan adanya seleksi alam bagi panitia pun cukup merisaukannya. “Sempat kita perjuangkan ke fakultas, dan meminta bantuan untuk memperbolehkan acaranya dilakukan seminggu, tapi hasilnya nihil,” ujarnya.

Menanggapi anggapan bahwa Fikom menetapkan tarif PPMB yang lebih mahal dari fakultas lain, Iko mengaku siap mempertanggung jawabkan biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa baru. Menurutnya  fasilitas yang diberikan pun tidak sembarangan dan yang terbaik untuk mahasiswa. “Dengan harga tersebut, kita ingin mahasiswa baru tidak hanya sekedar duduk di aula, tapi juga mendapatkan apa yang telah kita sajikan dan bisa teringat bahwa dengan mengikuti rangkaian PPMB ini mahasiswa baru tidak merasa sekedar buang waktu.”

Mahar Qoonita, Ketua Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Fikom menuturkan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam persiapan pelaksanaan PPMB. Terkait biaya yang terpaut besar pun, ia mengaku tidak mendapat keluhan apapun dari mahasiswa baru karena pihak DAM tidak bersentuhan langsung dengan mahasiswa. “Sebagai pengawas, saya berharap mahasiswa baru Fikom dapat menyatu dengan mahasiswa lainnya, baik dengan mahasiswa Fikom sendiri atau pun fakultas lainnya.” (Agistha/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *