Pemberangusan Buku PKI, Memicu Tanggapan Warga Unisba

Farhan Fauzan mahasiswa Fakultas Tarbiyah tengah memaparkan pendapatnya mengenai pemberangusan buku-buku PKI, saat ditemui di depan sekretariat BEM-F Tarbiyah, Rabu (18/5). Ia mengatakan bahwa tidak seharusnya kita buta akan pengetahuan paham komunis.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Selama satu minggu terakhir telah terjadi penyitaan benda yang dianggap menyebarkan paham komunis di berbagai daerah Indonesia. Dimulai dari kaos, pin hingga buku pun disita oleh aparat keamanan. Aksi tersebut memicu berbagai tanggapan dari warga Unisba.

Salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah Farhan Fauzan memberikan pendapatnya. Ia kurang menyetujui adanya penyitaan buku-buku PKI. Menurutnya, hal seperti itu tidak seharusnya dilakukan karna khawatir apabila masyarakat tidak tahu menahu paham komunis akan lebih mudah dibodohi.

Fauzan juga mengatakan bahwa mempelajari paham komunis bukanlah hal yang dilarang karna dapat lebih membuka wawasan. “Kalau mempelajari hal seperti itu, kita bisa tahu seperti apa PKI itu. Misal kita tidak tahu malah takutnya dibodohi,” jelasnya.

Hal yang berbeda diungkapkan oleh Sulis salah satu dosen Fakultas Psikologi Unisba. Ia setuju apabila buku yang berbau paham komunis untuk tidak disebarluaskan. Menurutnya, akan bahaya bila buku tersebut dibaca sampai dipelajari oleh masyarakat yang tidak berpendidikan.

“Tidak semua masyarakat Indonesia berpendidikan. Bila buku tersebut dibaca oleh orang yang tidak berpendidikan bisa jadi mereka dapat terpengaruh, kan bahaya jadinya,” ujarnya saat ditemui di ruang dosen Fakultas Psikologi pada Rabu (18/5). (Elgea/SM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *