Parkiran Unisba Tercecer Hingga ke Bahu Jalan

Dua orang petugas Dinas Perhubungan (Dishub), sedang menggembok mobil yang parkir di bahu jalan yang tidak memiliki garis parkir, di sekitaran kampus Unisba Jl. Ranggagading, pada Rabu (21/10). (Nahjul/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Padatnya parkiran di dalam Unisba, memaksa bahu jalan disekitaran kampus, baik di Tamansari, Ranggagading dan Ranggamalela digunakan untuk menampung kendaraan mahasiswa. Namun, parkiran di bahu jalan Unisba ini tidak ada sangkut pautnya dengan pihak Universitas, karena dikelola sepenuhnya oleh Dinas Perhubungan (Dishub) kota Bandung.

Dishub melalui Mumu mengungkapkan, Unisba hanya ikut menata, parkiran yang di sekitar jalan Tamansari tersebut memang dinyatakan legal oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal). “Bukan hanya Unisba, Unpas juga pernah mengajukan memindahkan parkir ke dalam kampus, namun lahan yang tidak mencukupi karena hampir seluruh mahasiswanya membawa kendaraan,” ucap Staff Bagian Jalan Dinas Perhubungan ini.

Ia menambahkan, setiap bahu jalan yang memiliki garis parkir dan juru parkirnya menggunakan seragam, petugas tersebut berhubungan langsung dengan Dishub. Setiap harinya mereka harus menyetorkan uang setoran kepada Dishub sesuai yang telah ditentukan. Setiap juru parkir diharuskan membayar per-harinya dengan tarif sekitar Rp 25.000 hingga Rp 100.000. kepada pihak Dishub.

Harun salah satu juru parkir yang bertugas di depan kampus Unisba mengungkapkan, setiap harinya terdapat sekitar 50 hingga 100 motor yang parkir di lahan milihnya. ia biasanya mematok biaya parkir dua ribu rupiah. “Kalau parkir motornya lama, saya biasanya suka minta lebih,” tuturnya. (Muthia/SM)

2 thoughts on “Parkiran Unisba Tercecer Hingga ke Bahu Jalan

  • December 28, 2015 at 5:24 am
    Permalink

    edun atuh tukang parkirna, bisa bisa naik haji, mun sapoe wae meunang 100 rebu, sabulan ges 6 juta, mending jadi tukang parkir daripada jd mahasiswa mh, tukang parkir gawena paling nangkring hungkul.

    Reply
  • December 28, 2015 at 5:24 am
    Permalink

    edun atuh tukang parkirna, bisa bisa naik haji, mun sapoe wae meunang 100 rebu, sabulan ges 6 juta, mending jadi tukang parkir daripada jd mahasiswa mh, tukang parkir gawena paling nangkring hungkul.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *