Minat Baca Bangsa Indonesia Masih Minim

Suasana perpustakaan Unisba saat peringatan Hari Buku Nasional pada, Selasa (17/5). Terlihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi sedang mengerjakan tugas di perpustakaan.

Suaramahasiswa.info, Unisba –  “Salah satu sebab kurangnya minat baca itu pembiasaan. Anak – anak harus dibiasakan untuk membaca dari kecil agar terbiasa,” pesan Oki Mardiawan mengenai Hari Buku Nasional. Pasalnya hari ini, Selasa 17 Mei, diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Namun tak banyak orang yang mengetahui hal ini seperti,  Rachelia Aisha.

Rachelia Aisha, mahasiswi Fikom ini mengaku tidak mengetahui jika ada peringatan Hari Buku Nasional. Meskipun begitu, baginya sangatlah penting untuk membaca buku karena membaca merupakan jendela dunia. “Mereka (baca:mahasiswa) lebih nyaman belajar secara online daripada megang buku,” jelasnya.

Oki Mardiawan, dosen Fakultas Psikologi berpendapat minat baca dikalangan mahasiswa dewasa ini cenderung kurang. Hal ini dianggapnya karena ada faktor kebiasaan. “Membaca itu didasari dari pembiasaan. Bila pada masa kecil seseorang itu dibiasakan untuk membaca buku maka sampai ia tua pun akan terus membaca,” ujarnya.

Ia membandingkan kurikulum pendidikan di Indonesia dengan di Jepang. Anak – anak di negeri sakura dibiasakan untuk membaca hal – hal yang menyenangkan lebih dulu, setelah biasa baru diberi materi pelajaran. Sedangkan menurutnya, di Indonesia semenjak sekolah dasar para siswa sudah diberi materi bacaan yang berat. “Jadi membaca itu dianggap menjadi tugas yang berat,” tuturnya. (Vigor M. Loematta/SM)