Merubah Kehidupan Menjadi Seorang Entrepreneur

Keenan Pearce menjelaskan pengalaman hidupnya menjadi seorang Entrepreneur pada acara Stadium General Manajemen Komunikasi di gedung Hj Kartimi Kridhoharsojo Unisba, Kamis (04/06). (Anis Achmad/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba- Ratusan mahasiswa memadati gedung Hj Kartimi Kridhoharsojo (Aula Utama Unisba), Kamis (04/06). Hal ini sehubungan dengan diselenggarakannya Stadium General (SG) Manajemen Komunikasi (Mankom) yang rutin diadakan setiap tahun. Kegiatan ini selalu mengusung tema yang menarik dan berbeda setiap tahunnya, dimana pada SG tahun ini yaitu ‘Build Your Mankompreneur Spirit’.

Dalam sambutannya, Ike Junita Triwardhani selaku ketua bidang kajian Mankom mengungkapkan, tema ini mencoba menjawab bahwa tidak sulit untuk menjadi seorang entrepreneur. Banyak peluang yang begitu besar apalagi di era digital dan industri kreatif yang belakangan ini sedang banyak diminati. “Banyak mahasiswa Fikom yang sudah terjun di dunia entrerpreneurship. Kita bisa lihat, sebagian besar sponsor adalah mereka yang memiliki usaha” ujarnya.

Pada tahun ini Mankom mengundang Hedi Rusdian selaku President of Fourspeed Metalwerks. Pria muda ini telah sukses dalam dunia fashion accessories dengan terobosan barunya yang kini telah banyak dipakai musisi-musisi lokal maupun Internasional. Tidak kalah juga, Keenan Pearce, Founder of Euphoria Project turut diundang. Dalam materi yang disampaikannya, Keenan Pearce mengungkapkan entrepreneur bukanlah sebuah profesi, namun sebuah gaya hidup yang dipercaya karena kita memikirkannya setiap hari bahkan setiap waktu. “Bukan sekedar pada jam kerja biasa saja jadi secara mental harus sudah siap,” tambahnya.

Keenan pun mengatakan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan untuk menjadi entrepreneur. “Yang pertama adalah visi yang telah ditentukan sebelumnya, maka hal itu akan membuat hidup lebih teratur dan terprogram. Kedua yaitu passion. Sangat menyedihkan bila seseorang bekerja tanpa mencintai pekerjaannya sendiri. Oleh karena itu generasi-generasi muda saat ini harus berusaha mencintai terlebih dahulu apa yang dilakukan saat ini. Yang paling penting yaitu karakter, kita harus merasa apakah bisa menjadi seorang leader, atau hanya sekedar seorang pengikut orang lain saja. Karakter inilah yang akan menentukan apakah kehidupan akan bermanfaat untuk orang lain atau tidak. Tentunya dengan harapan menjadi orang yang lebih baik lagi”, tutupnya. (Anis Achmad/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *