Mengusung Tema Fantasi, Teater Epik akan kembali Beraksi

 

SUARA MAHASISWA, Bandung – Kamis (21/2), Bertempat di Selaras Guest House & Selera’s Restaurant, Teater Epik menggelar jumpa wartawan terkait dengan pentas yang akan dilaksanakan di Dago Tea House, 26-27 Februari 2013 mendatang. Dalam pentas nanti tersebut, teater epik akan kembali menggebrak dunia seni teater dengan tajuk Taraksa.

Pementasan Taraksa merupakan yang kelima dan kali ini mengusung ‘Fantasi’ sebagai tema utamanya. Dalam balutan teater musik dan selayaknya sebuah fantasi, kejaran pementasan kali ini adalah sajian penuh eksplorasi artistik.

Taraksa sendiri memiliki keunikan dari pertunjukkan dari yang lainnya. “Teater musik tapi bukan drama musikal. Ceritanya itu bukan via vokal melainkan melalui musik dan teatrikal. Dan ruang pentas yang minim dialog serta adanya interaksi dengan penonton,” Ungkap Tri Adi Pasha, Eksekutif Produser Teater Epik.

Selain itu juga, Pria berkacamata tersebut mengatakan, keterlibatan dalam pementasan tersebut tidak hanya mahasiswa dari ITB melainkan dari luar ITB. Tercatat ada, Unpar, Unisba, Itenas, Unpad, UPI, IT Telkom, juga dari para pelajar SMAN 1, SMAN 15, dan SMAN 19.

Pada mulanya, Teater Epik bukanlah sebuah wadah yang bergelut di bidang seni melainkan bidang percetakan, yakni majalah. Teater itu sendiri merupakan daya tarik untuk memperkenalkan Majalah Epik. Namun Karena Majalah itu kurang peminat dan bangkrut. Maka, mereka mengembangkan teaternya agar tetap eksis.

Dalam pertunjukkan nanti, akan berbicara tentang sebuah pengorbanan yang bermula dari kasih sayang. Diceritakan, Taraksa akan melakukan perjalanan langit untuk menjemput kembali Chiandra, wanita yang dicintainya.

Waktu pementasan dibagi menjadi tiga bagian. Tanggal 26 Februari ada dua pementasan, Pentas Petang pukul 15.30 dan pentas Purnama pukul 19.00. Esok harinya, Pentas Malam pukul 19.00.

Bagi yang ingin menikmati pertunjukkan tersebut akan dikenai tiket dari 50-75 ribu. Tiket akan djual secara online di www.majalahepik.com. Walau harga tiket masuk cukup merogoh kocek, namun penonton akan disuguhkan pementasan yang tidak biasa dan berbeda dengan pementasan dari yang lainnya, karena penonton akan ikut interaksi dengan pemeran.

Selain tiket, tempat duduk pun dibagi tiga bagian sesuai dengan harga tiket. Pertama, Ahimsa yang berharga 50 ribu, para penonton diajak untuk mendengarkan dengan setia nyanyian dongeng Taraksa, seolah-olah menjelma menjadi warga desa Ahimsa. Kedua, Kaki Langit yang berharga 65 ribu, disana penonton akan ikut terlibat menjadi bagian dari perjalanan langit Taraksa seutuhnya. Ketiga, Kerajaan Bulan yang berharga 75 ribu, para penonton dapat menikmati pentas pada titik terbaiknya. Perlakuan dan jamuan khusus bak tamu Kerajaan Malam akan hadir sebagai bagian dari kemasan keseluruhan pementasan.

Penonton dapat mengakses alamat www.majalahepik.com untuk mendapatkan tiketnya, karena tiket dijual secara online. Atau informasi lebih lanjut dapat menfollow @majalahEPIK. (Agus Tri Haryanto/SM)