Mengaku Sempat Khawatir, Mahasiswa Ini Lebih Waspada Berkuliah di Turki

Kondisi Bandara Atraturk di Istanbul Turki, pada Selasa malam (28/6), pasca bom Bunuh diri. Salah seorang mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di sana mengaku sempat khawatir, tapi hal ini menjadikan dirinya lebih hati-hati pada lingkungan sekitar di Turki. (Sumber Foto: Reuters)

Suaramahasiswa.info, Istanbul – Pasca bom  bunuh diri di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul pada Selasa (28/6) malam waktu setempat, salah seorang mahasiswa asal Indonesia Muhammad Aditya Ruliansyah, yang berkuliah di Turki mengaku sempat khawatir. Ia juga mengungkapkan, kondisi saat ini memaksanya agar lebih berhati-hati pada lingkungan sekitar.

Adit pun merasa kaget, karena sasaran tempat bom bunuh diri kali ini merupakan salah satu bandara yang tersibuk di Eropa. “Awalnya sangat kaget dan sedih, karena sekarang emang lagi musimnya mudik. Dan juga bom bunuh diri tersebut sangat tidak berkemanusiaan, karena kebanyakan yang menjadi korban adalah warga sipil,” ungkapnya saat dihubungi via line pada Kamis lalu (30/6).

Kondisi Turki menurut Adit sekarang sudah kondusif kembali, pihak keamanan pun meningkatkan tingkat keamanan untuk menghalau kejadian serupa. Ditanyai perihal kondisi mahasiswa di sana, ia mengatakan, mahasiswa asal Indonesia semuanya bahwa baik-baik saja.

Pihak pemerintah Indonesia lewat Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki pun sering memberikan himbauan agar selalu waspada, pada mahasiswa dan warga Indonesia yang berada di Turki.

”Pihak KBRI selalu memberikan himbauan kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang ada di Turki, untuk selalu berhati-hati dan menghindari tempat ramai dahulu. Serta selalu mengingatkan untuk saling jaga komunikasi satu sama lain,” ujar mahasiswa Middle East Technical University, jurusan Teknik Industri itu.

Adit berharap, teror yang sekarang sering terjadi di Turki cepat mereda dan kondisi di sana benar-benar bisa aman kembali. “Semoga kedepannya Turki kembali menjadi aman dan menjadi negara yang sangat nyaman untuk belajar dan dikunjungi,” harapnya. (Insan dan Rifka/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *