Memberdayakan rakyat di charity event FEB

Para mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam acara Bakti Desa “Coins For Hope”  untuk desa Sukaluyu Pangalengan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba. Bertempat di kafe Panas Dalam, Rabu (10/02).

Suaramahasiswa.info, Unisba –  Dari pada sekedar hanya memberi baju bekas, beras dan uang yang kemudian hit and run, civitas akademik must more than just that jelas Yukha Sundaya saat ditanya perihal kegiatan Coins For Hope oleh Suaramahasiswa.

Coins For Hope merupakan kegiatan sosial yang diusung BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ketua Pelaksana, Faishal Ridho menuturkan charity event ini merupakan bentuk perwujudan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat. “Pengaplikasian tridharma lah,  hal seperti ini sudah mulai terkikis nah kita perlu membangkitlan lagi jiwa mahasiwa seperti ini,” ucapnya.

Pria yang akrab dipanggil Edo ini menjelaskan selain mengucurkan dana yang baru terkumpul sekitar tiga juta, mereka juga akan terjun langsung untuk mengajar masyarakat di desa Sukaluyu. Ia menilai jika perekomoniman desa Sukaluyu berpontensi besar untuk dikembangkan. “Mereka sudah memiliki alam yang kaya namun belum bisa mengelolanya, disinilah peranan kami sebagai mahasiswa untuk memajukan mereka,” tutur mahasiswa FEB ini.

Wakil Dekan FEB, Yuhka Sundaya turut hadir di kegiatan charity ini mengungkapkan civitas akademis perlu melakukan kegiatan tridharma perguruan tinggi, salah satu nya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya yang disebut civitas akademika, dosen dan mahasiswa seharusnya bergaul tidak hanya dikelas, agar terciptanya interaksi akademik. “Ini sudah mulai tergerus, sudah ada virus industrialisasinya sehingga muncul paradigma dunia kampus hanya dunia pengajaran saja. Tetapi sebenarnya merupakan dunia tridharma dimana kita harus kembalikan definisinya, definisi itu jangan diperkosa,” jelasnya

Selain itu, Yuhka memaparkan pembangunan ekonomi di desa Sukaluyu bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga tugas akademik. Diharapkan mahasiswa ikut terlibat dalam pembangunan desa, dan tidak hanya sekedar membagikan pangan. (Wulan/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *