Mahasiswa Bandung Bentrok (2)

 

 Aksi demonstrasi mahasiswa Bandung bentrok dengan aparat kepolisian di Gedung Sate, Bandung, Kamis (20/10). Lima orang jadi korban. Bentrokan ini terjadi ketika mahasiswa berusaha masuk ke dalam Gedung Sate yang dijaga oleh pihak jajaran Polwiltabes Bandung.

“Sewaktu massa aksi sedang berusaha masuk ke dalam Gedung Sate, entah kenapa polisi melepaskan tembakan water canon dan memukuli mahasiswa,” kata Bayu Apka Putra, Presiden Mahasiswa Unisba.

Saat melihat kejadian itu massa aksi menjadi emosi. Bentrokan tak bisa dihindari lagi. Tidak tanggung-tanggung 5 mahasiswa menjadi korban. Ada yang cedera dan pingsan.

Salah satu korban, bernama Rizky yang berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba mengaku dirinya diinjak oleh polisi saat terjatuh.

Jefri selaku koordinator aksi sangat menyayangkan sikap arogansi aparat. Ia menyayangkan aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa Bandung akhirnya dinodai dengan bentrokan. “Sebagai koordinator aksi saya bertanggung jawab atas terjadinya insiden yang menyebabkan beberapa rekannya cedera.”

Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Bandung Menggugat (AMBM) menuntut rezim SBY-Boediono mundur dari jabatan presiden dan wakil presiden.

SBY-Boediono dinilai gagal dalam menciptakan politik yang bersih dari kepentingan kelompok, gagal mewujudkan pendidikan yang murah, gagal menciptakan kesehatan gratis, gagal menciptakan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, gagal mempertahankan kedaulatan NKRI, dan gagal menciptakan perdamaian atas konflik horizontal. [] (Dimas Satriya/SM)