Jumlah Mahasiswa Fakultas Dakwah Jadi Kendala Semester Antara

Sejumlah mahasiswi tengah berkumpul di Fakultas Dakwah jalan Ranggagading no.8 Bandung pada Senin (17/07/2017). Staff Administrasi Akademik, Prasetyo Utomo menambahkan alasan fakultas dakwah tidak berlakukan SA dikarenakan jumlah mahasiswa yang kurang dari fakultas lain. Jika kuota tidak memenuhi, SA tidak dapat dilaksanakan.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Pasca berakhirnya tahun ajaran 2016/2017, Universitas Islam Bandung (Unisba) berlakukan Semester Antara (SA) di hampir semua fakultas. Namun, Fakultas Dakwah memilih untuk tidak memberlakukan SA. Ketua Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Komarudin Shaleh menganggap hasil dari SA yang didapat hanya nilai sedangkan pemahaman belum tentu dapat diterima oleh mahasiswa.

“Adapula alasan hasil kesepakatan dengan pimpinan fakultas tentang pembiayaan. Jangankan untuk bayar SA, bayar SPP pun masih kita bantu. Bagaimana SA akan terlaksana kalau tidak ada pembayaran,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Senin (17/7).

Staff Administrasi Akademik, Prasetyo Utomo menambahkan alasan Fakultas Dakwah tidak berlakukan SA dikarenakan jumlah mahasiswa yang kurang dari fakultas lain. Jika kuota tidak memenuhi, SA tidak dapat dilaksanakan. Menurutnya, secara psikologis akan berpengaruh pada pola pikir mahasiswa yang hanya belajar seorang diri bersama dosen di dalam kelas.

Mahasiswi Fakultas Dakwah 2014 , Ulfa Dwiningrum merasakan adanya diskriminasi antar fakultas dakwah dengan fakultas lain. ”Padahal kita sama-sama kuliah di Unisba ujiannya pun bareng, tapi ada sistem yang berbeda terkesan di bedakan saja. Tapi saya mengerti kalau area kebijakan per fakultas itu berbeda,” ucapnya.

Berbeda dengan Ulfa, mahasiswa Fakultas Dakwah 2015, Nur Kamil lebih memilih sistem remedial dibandingkan semester anatara. “Kalau remedial kita bisa lebih cepat dalam perbaikkannya dan dari segi biaya pun SA lebih besar biayanya sedangkan remedial kita membayar Rp.100.000,00 per sksnya,” tutur pria berkumis tipis tersebut. (Puteri/SM)