Himafar Gelar Seminar Kefarmasian Tentang Alkohol

Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. Slamet Ibrahim DEA., Apt. selaku Guru Besar Farmasi ITB dan Tim Ahli LPPOM MUI Jabar dalam acara Seminar Kefarmasian Islam yang diselenggarakan oleh Himafar Unisba, Sabtu (5/1).

Dalam seminar yang bertajuk “Alkohol pada Produk Farmasi dalam Tinjauan Syariah dan Ilmiah” tersebut, Slamet menuturkan bahwa penggunaan alkohol bisa seminimal mungkin diganti dengan senyawa lain dan teknologi farmasi yang dapat menggantikan peranan alkohol yang lebih baik dan aman.

“Alkohol memang haram bila disalahgunakan terutama jika memabukan. Namun jika untuk pengobatan, ada kadar tertentu dimana alkohol bisa digunakan dalam produk kefarmasian dan tidak menyebabkan mabuk seperti dalam obat batuk yang hanya digunakan 6%,” pungkasnya.

Tak hanya mengundang Guru Besar Farmasi ITB, acara tersebut turut menghadirkan Drs. I Made Pasek Narendra MM, Apt., (Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jabar); Drs H. Irfan Syafrudin M.Ag (Sekretaris Yayasan Unisba); Dr. Embit Karta Darma M. App. Sc. Drs Apt. (Kaprodi Farmasi Unisba); Prof. Asep Gana Suganda, Apt (Guru Besar farmasi ITB); Dr Tri Suciati M.Si, Apt (Asisten Ahli Farmasi ITB); Suwendar M.Si,Apt (Dept of Pharmacy Unisba); Dr Eng. Ir Aziz Trianto M.Sc (Kaprodi Magister & Dokter Teknis Kimia FTI-ITB), serta Drs KH. A Hafizh Ustman (Ketua MUI Prov Jabar).

Dini Maesaroh Halidah selaku Ketua Panitia berharap, dengan digelarnya seminar tersebut bisa meningkatkan wawasan seputar kefarmasian dan bisa menjadi pedoman etika profesi farmasi yang baik dan benar.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi ilmu yang sangat bermanfaat dan menjawab keraguan titik kritis alkohol dan aspek kefarmasian lainnya sheingga meminimalisir adanya kesalafahaman dalam melakukan kegiatan farmasi,” tutur Mahasiswa Farmasi Unisba Semester 5 tersebut.(Regina Cahya Aristiana/SM)