Hari Kesehatan Dunia, Indonesia Masih Dihantui Penyakit

Seorang mahasiswa sedang menunggu antrian untuk berobat di poliklinik Unisba Jl. Tamansari No.1, Kota Bandung, pada Jumat (7/4/2017). Indonesia Penyakit TB dan HIV/AIDS masih mengancam masyarakat. (Puteri/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Hari Kesehatan Dunia dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 7 April, peringatan ini dicetuskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tahun 1948. Indonesia sendiri turut merasakan peringatan ini namun, masalah kesehatan di Nusantara masih mengkhawatirkan, seperti penyakit Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrom (HIV/AIDS).

Seperti yang diutarakan dosen Fakultas Kedokteran Unisba, Ismawati mengatakan Penyakit TB di Indonesia berada di peringkat dua dunia. Sedangkan jumlah penderita penyakit secara umum Indonesia berada peringkat lima di dunia. “Padatnya penduduk di Indonesia, menyebabkan penyakit yang bersifat menular masih sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui di Fakultas Kedokteran Unisba, Kota Bandung pada Jumat (7/4).

Dokter poliklinik Unisba, Surya Santosa menjelaskan, kedua penyakit tersebut disebabkan oleh sistem imun yang rendah. Menurutnya, faktor tersebut yang membuat penularan penyakit ini mudah dan bisa di mana saja. Ia menambahkan, edukasi kesehatan pada masyarakat pun penting untuk pencegahan.

“Saya harap masyarakat sadar kesehatan, untuk mahasiswa saatnya untuk menggencarkan informasi baiknya mencegah daripada mengobati terhadap masyarakat. Tenaga medis pun bisa diperhatikan lebih oleh pemerintah,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Horina Aruni Medina menganggap, peringatan hari kesehatan dunia ini sebagai pengingat terhadap para mahasiswa kedokteran dan tenaga medis. Menurutnya, mahasiswa dapat berkontribusi dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. “Melakukan suatu pergerakan tidak hanya saat peringatan saja tetapi bisa di hari lainnya,” ujar mahasiswa angkatan 2014 ini. (Puteri/SM)