Hari Film Nasional, Tingkatkan Apresiasi Film Indonesia

Seseorang sedang menonton Film ‘Long March of Siliwangi’ atau ‘Darah dan Doa’ pada tanggal 30 Maret 1950, yang disutradarai oleh Usmar Ismail melalui Youtube pada Kamis (30/03/2017). Pengambilan gambar pertama pada film ini menjadi penetapan Hari Film Nasional.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Hari Film Nasional (HFN) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 30 Maret. Pengambilan gambar pertama pada film ‘Long March of Siliwangi’ atau ‘Darah dan Doa’ pada tanggal 30 Maret 1950, yang disutradarai oleh Usmar Ismail menjadi penetapan HFN. Kasie. Laboratorium Film Unisba, Doddy Iskandar mengatakan HFN sebagai wujud apresiasi film di Indonesia. Menimbang juga saat ini film Holywood, Bollywood dan Korea menjadi film yang diminati.

Doddy menanggapi HFN sebagai apresiasi yang harus dilanjutkan terus-menerus. Ia pun berharap peringatan ini dapat menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap film Indonesia juga meningkat, walaupun banyaknya rintangan dalam meproduksinya. “Perlu dihargai sebagai sebuah karya, walaupun digarap dengan alat yang terbatas,” ungkap Doddy pada Kamis (30/03).

Laboratorium Film Unisba dalam peringatan HFN, mengadakan acara pemutaran film ‘The Long March Of Siliwangi’  pada Jumat (31/03) untuk merefleksikan pada sejarah. Peringatan ini hanya dihadiri oleh Asisten Laboratorium (Aslab), Laboran, dan kelas mahasiswa. “Mudah-mudahan mahasiswa juga lebih bersemangat. Ternyata kalau kita berkaca pada sejarah, minimal kita sedikit ada produksi. Selain itu, semoga banyak tumbuh sineas-sineas (orang yang ahli membuat film) muda dari Unisba juga. Dari sisi laboratorium lebih di akomodir peralatannya,” ujar Doddy saat ditemui di Lab. Film.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba yang gemar memproduksi film, Muhammad Alvin Nukman juga menanggapi HFN. Ia mengatakan, salah satu cara merayakannya dengan menonton di bioskop dan mengadakan diskusi. “Jangan nonton yang bajakan. Lebih baiknya selain apresiasi, kita  dapat jugamemproduksi film. Di Unisba dulu ada Cinema on Campus (COC), seperti itu bias juga dilanjutkan.” Ungkap Alvin. (Iqbal/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *