Hangatnya Festifal Film di Gerimis Malam Minggu

Menurut Ray Nayoan selaku Program Director LA Ligths Indie Movie, ada sekitar 700 pengunjung hilir mudik, memadati balai kota Bandung saat pergelaran ini berlangsung. Penonton disuguhi dengan banyak pilihan kegiatan, diantaranya workshop penyutradaraan, penyuntingan, penulisan skenario, make up artist, music director, dan wardrobe. Acara ini lebih meriah juga lengkap dibandingkan dengan acara di tahun-tahun sebelumnya. “Makin rame, lebih lengkap lah. Tahun kemaren kan gak ada workshop kayak gini,” tutur Abdurahman salah satu pengunjung.

LA Ligths Indie Movie hadir untuk menjadi wadah unjuk gigi para Movie Maker. Disini para pencinta dunia perfilman ditantang membuat film yang berbeda dan ‘lo banget’, ujar Poppy Sovia yang menjadi salah satu juri di acara tersebut. Di lain sisi Ray Nayoan dan timnya bertujuan untuk menyebarkan ‘kegilaan’ akan film.  “Kita pengen nyebarin suatu virus seneng bikin flim. Kita pingin temen-temen yang lain ikut sakit movie maker addict,” Ujar Ray.

Ray berharap semoga dengan adanya festifal ini, mampu menjadi bagian dalam menghidupkan budaya film di masyaraka. Pria berkacamata ini pun turut menambahkan bahwa perfilman Indonesia saat ini Keren, dia tidak peduli dengan celotehan orang yang mengatakan ‘film Indonesia tuh jelek’.

Hal tersebut diamnini oleh Poppy Sovia, “menurut gua, semakin kesini semakin membaik kok, gambarnya sudah bagus, ceritanya pun sudah bagus serta menghibur juga,” tutupnya. (M Roby Iskandar/SM)