Hadiah Sampah Dari Kota

 

 


 Teks dan Foto Oleh : Yulianti

               Cisirung, (3/1/2013). Sampah lagi, sampah lagi. Mungkin kita sudah bosan mendengar kata sampah. Namun sekumpulan benda-benda  yang sangat mengganggu tersebut  semakin memenuhi sungai di bawah jembatan-jembatan di Kecamatan Dayeuhkolot. Misalnya jembatan di Jalan Cisirung, Palasari dan jembatan sungai Cikapundung yang berada di Kampung Lamajang.

            “Dari sekian sampah yang menumpuk di sungai-sungai  kabupaten Bandung, 90%-nya adalah sampah kiriman dari kota Bandung, seperti yang kita lihat di dua sungai yaitu sungai Cikapundung dan sungai Bojong Citepus yang merupakan anak sungai dari Citarum“ tutur Ivan (27) dari komunitas TAPAL, salah satu organisasi  lingkungan yang berdomisili di Kabupaten Bandung.

            Ivan menambahkan, Ia akan melakukan aksi mengirimkan sampah kembali kepada Dada Rosada selaku Walikota Bota Bandung yang seharusnya bertangggung jawab terhadap penanganan sampah di Kota Bandung.

            Kendati demikian, sampah yang bertumpuk di bawah jembatan Cisirung adalah sumber rezeki bagi sebagian orang. Seperti yang diakui Abah Ajum (58), pemulung sampah plastik yang merupakan pemungut langganan.

            “Sampah disini mendatangkan rezeki karena Abah tidak usah susah mencari sampah plastik. Namun sampah juga mendatangkan musibah karena menyumbat saluran air. Apalagi saat musim hujan, rumah Abah pasti kebanjiran. Air dari sampah yang membusuk juga kadang suka menjadikan gatal-gatal,” ujar pria ini dengan bahasa sundanya yang kental.

            Kondisi seperti itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Sampah-sampah tersebut bertumpuk dikala musim hujan datang karena debit air yang naik dan sampah pun terhalang oleh tiang-tiang jembatan.