Hadapi Maba, Unisba Tambah Lima Ruangan

Koko Heryadi, Kabag. Sarana dan Prasarana Unisba tengan mejelaskan ilhwal penambahan ruangan di Tamansari no. 1, dan relokasi ruangan di Tamansari 24 pada Selasa (20/9). Terdapat lima ruangan yang dibagi menjadi dua.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Jumlah mahasiswa baru yang meningkat menjadi 3.127 membuat Koko Heryadi, Kabag. Sarana dan Prasarana Unisba,  membagi ruangan di Tamansari No. 1. Saat ditemui diruangan pada Selasa (20/9), ia menjelaskan hal ini dilakukan atas permintaan akademik untuk menambah ruangan.

“Ruangan yang besar kita bagi menjadi dua. Diantaranya, lantai dua ruang 214 dengan 216 kemudian di lantai tiga ruangan 301, 302 dan 316, jadi ada penambahan lima ruangan,” jelas Koko.

Saat ditanyai ihwal pengalihan ruangan ke Pasca Sarjana, Koko menjawab hal ini diatur  oleh bagian Akademik. Namun, ia pun menawarkan untuk mengoptimalkan ruang pembelajaran di Tamansari no. 1. “Ketika saya ngecheck ke ruang pembelajaran pada siang hari masih banyak ruang yang kosong.”

Sedangkan untuk Tamansari No. 24 yang diperuntukan dekanat, rencananya akan dibangun pada bulan Oktober. Koko menjabarkan mereka (baca: Unisba) sedikit terhambat di Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Meski begitu yayasan tetap menargetkan pembangunan di bulan Oktober dan selesai di tahun 2018. Sebab menurutnya jika pembangunan ini terus ditunda-tunda akan berimbas pada penambahan biaya sewa gedung MIPA yang pertahunnya mengeluarkan dana sebesar 1 miliar.

“KHEZ Muttaqien di peruntukan untuk lab-lab. Nanti lab yang di ruang perkuliahan seperti dilantai empat dan lab Farmasi  dipindahkan ke sana,” ujar Koko.

Ia menjelaskan bila di Tamansari No. 1 masih banyak tersisa ruangan kosong, kemungkinan mahasiswa Fakultas MIPA akan dipindahkan ke sana. Sedangkan tempat kosong di Fakultas MIPA sendiri akan di relokasikan untuk Tamansari 24.

Selain ruangan perkuliahan, persoalan fasilitas seperti kursi yang kadang dinilai kurang, Koko menjabarkan bahwasanya hal ini seharusnya tidak terjadi. Karena  jumlah kursi sudah disesuaikan dengan kapasitas setiap ruangan. “Penggabungan kelas itu tidak boleh, nanti mereka akan mengambil kursi dari kelas sebelah yang akan mengganggu proses pendataan kami,” jelasnya.  (Wulan/SM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *