Fakultas Menghambat Kinerja Panita Taaruf FH

Kartika Putri selaku ketua panitia taaruf Fakultas Hukum saat diwawancarai di Basement Ranggagading. Ia menjelaskan, kegiatan taaruf Fakultas Hukum (FH) yang akan dilaksanaka pada Sabtu, (24/9) banyak mengalami hambatan. Ia menambahkan, sedari awal pembentukan panitia pihak fakultas banyak menghambat kinerja mereka. (Ressy/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Kegiatan taaruf Fakultas Hukum (FH) yang akan dilaksanaka pada Sabtu besok, (24/9) mengalami sejumlah hambatan. Kartika Putri Amalia, ketua pelaksana taaruf FH mengungkapkan, sedari awal pembentukan panitia, pihak fakultas banyak menghambat kinerja mereka. “ Terlalu banyak intervensi yang dilakukan fakultas,” ucapnya pada Kamis, (22/9).

Kartika menjelaskan, sering kali konsep acara yang diajukan panitia tidak diterima oleh fakultas. Bahkan, saat kegiatan pra PPMB yang dilaksanakan, kegiatannya tiba-tiba dibubarkan. “Otoriter boleh, tapi tolong dengarkan kami juga,” keluhnya.

Saat menanyakan hal ini, pada Jumat (23/9), Eka Juarsa Kepala Bagian Kemahasiswaan FH mengatakan, fakultas menjadikan dosen satu kesatuan di kepanitiaan yang bertugas mengawasi. Ia menguraikan, mereka tidak mengekang mahasiswa untuk berkreatifitas namun semuanya harus di pertimbangkan, sesuai dengan surat keputusan rektor agar tidak ada kekerasan. “Dalam slot penertiban banyak yang harus di evaluasi kembali, karena ada unsur bullying,”ungkapnya, saat ditemui di ruangannya.

Ia juga menjelaskan, teknik-teknik disiplin yang ditegakan untuk mahasiswa sebenarnya bisa dibuat lebih Islami. Menulis dan mebaca Al Quran bisa menjadi alternatif yang digunakan. “ Atau kita bisa menggunakan hukuman yang khas kehukuman seperti menjelskan teori-teori hukum,” jelas Eka.

Selain itu, Kartika menambahakan, dana untuk taaruf belum cair hingga Kamis (22/9). Ia menceritakan bahwa sampai saat itu kebutuhan untuk kegiatan masih menggunakan dana pribadi panitia. “Kami menunggu sisa uang BEM F dan DAM F Hukum cair untuk kegiatan ini.”

Terkait hal ini (Baca: Dana Belum Cair) Eka menjawab, uang untuk kebutuhan operasional taaruf sudah diberikan kepada panitia pada Kamis (22/9). Ia juga mengatakan, yang masih belum cair ialah uang yang digunakanuntuk baju panitia, yaitu sisa uang BEM F dan DAM F tahun kemarin, “ Uang pribadi panitia pasti kami ganti,” tungkasnya. (Ressy/SM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *