Duet Ganda Kembar Penyumbang Poin Untuk Unisba

Pasangan ganda putra Unisba saat melawan Universitas Pajajaran (Unpad) dalam Liga Mahasiswa (LIMA) pada Kamis (4/5/2017). Irfan (depan) tengah melakukan servis untuk mengawali permainan LIMA. Hasil akhir ganda kembar ini berhasil menang dengan skor akhir 21-17, 15-21, 6-11 di Gor Pajajaran, Kota Bandung. (Fadhis/SM).

Suaramahasiswa.info, Unisba – Liga Mahasiswa (LIMA) tingkat se-Jawa Barat cabang olahraga bulu tangkis baru saja usai. Universitas Islam Bandung (Unisba) telah tersingkir dalam babak penyisihan grup. Hasil kurang baik dialami kampus biru yang tergabung bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Widyatama, dan Universitas Padjajaran (Unpad). Unisba harus puas berada di posisi juru kunci dengan raihan tiga kali kekalahan atas lawannya di Gor Pajajaran, Kota Bandung pada Rabu (3/5/2017).

Dalam gelaran LIMA kali ini, dibalik kekalahan 4-1 dari semua lawannya di pul C, terdapat satu sektor yang menjadi penyumbang poin kampus biru. Sektor ganda putra menjadi lumbung poin Unisba dalam mendulang angka melalui pasangan kembar kakak beradik, Irfan Hakim dan Iqbal Hafidz.

Bermain tenang, lepas dan tanpa beban menjadi kunci keberhasilan kedua kakak beradik ini. Irfan mengungkapkan, dirinya cukup puas dapat menyumbangkan poin kendati hasilnya mengecewakan untuk Unisba.  “Untuk hasil LIMA kemarin cukup mengecewakan hasilnya. Semua skornya sama 4-1 melawan UPI, Widyatama dan Unpad. Tapi jika dibandingkan dengan tahun kemarin ada peningkatan walaupun jauh dari target” ucap mahasiswa Fakultas Hukum 2015 ini.

Terlepas dari kesuksesannya menyumbangkan poin, Irfan dan Iqbal mulai tertarik olahraga bulu tangkis saat mereka duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar (SD). Sejak kecil, mereka mulai latihan rutin hingga masuk ke klub bulu tangkis. Kegemarannya di dunia bulu tangkis membuat dirinya menekuni olahraga tersebut dan tergabung Unit Bulu Tangkis Unisba(UBTU) ketika awal masuk kuliah.

Iqbal mengatakan, sejak kecil keduanya memang telah bermain bersama sehingga sama karakter satu sama lain. Menurutnya hal itu yang menjadi kelebihan dari keduanya. “Dari dulu memang suka main bulu tangkis bareng, jadi saat pertandingan kita selalu terlihat kompak,” ungkapnya.

Kendati kedua mahasiswa Fakultas Hukum itu sukses dalam olahraga bulu tangkis. Namun, kegiatan yang dijalaninya tidak mengganggu rutinitas kuliahnya. Irfan sendiri memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76 sedangkan adiknya Iqbal memiliki IPK 3,53. Menurut Iqbal, bulu tangkis itu hanya menjadi selingan selama menjalani perkuliahan. “Kalau bulu tangkis itu hanya selingan, jadi latihannya itu malam pas pulang kuliah.” (Gina Fatwati/SM).