Diskusi Mendidik Televisi bareng Bincang ISOLA

Suasana diskusi bersama Bincang Isola kepada pengunjung dengan membahas “Mendidik TV” yang diselenggarakan di Teater terbuka Museum Pendidikan pada Rabu (30/3) malam.

Di dalam negara ini harus ada regulasi. Terutama media televisi yang tidak dapat dipungkiri kini menjadi tontonan menghibur dalam mengisi rutinitas sehari-hari. Banyak program-program acara yang mengimplementasikan sense of humor. Namun, sampai saat ini kita seringkali disuguhkan tayangan televisi yang kontroversial dan adegan kekerasan. Sehingga rata-rata banyak media televisi yang kini tidak dapat lepas dari rating. Apalagi rating dapat di lihat dari permintaan dari masyarakat. Itulah yang di sampaikan oleh pemateri.

Nah, ada beberapa tahap nih, perihal tindakan orang tua terhadap anak-anaknya agar pandai dalam menyaring yang layak di tonton. Pemateri Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar pun mengisi acara yang bertajuk “Mendidik TV” di Teater Terbuka Museum Pendidikan pada Rabu (30/3). Mari menyimak:

  1. Pemindahan jam tayang, kita tentu suka melihat tontonan televisi yang kini disiarkan tidak pada tempatnya, seperti film dewasa yang dialihkan pada jam pagi. Terkait hal ini memang diharuskan adanya regulasi dari media dalam melakukan pemindahan jam tayang.
  2. Pengurangan durasi, Liat sekarang deh! sekarang ini durasi adegan kekerasan dalam sebuah film lebih banyak di pertontonkan. Hal ini dapat mempengaruhi buat anak yang masih di bawah umur. Peran orang tua di perlukan untuk hal ini dengan membatasi anak dalam menonton televisi.
  3. Merekomendasi lembaga penyiaran apa layak atau tidak, mengajukan permintaan ke lembaga sangat diperlukan, apalagi kalau kini kian merebak film yang bergenre dewasa

Bayangkan ke depan apa jadinya televisi yang tentunya akan semakin digital lagi. Semua akan terasa mudah untuk di tonton. Tentunya, peran orang tua diharapkan agar lebih mengatur jadwal anak-anak dalam menonton televisi agar sesuai usianya. Peran pemerintah pun di perlukan dalam meregulator tayangan televisi kontemporer ini. Mulai sekarang, jadilah penonton televisi yang cerdas dan bijaksana dalam memilih tontonan yang berkualitas yah. (Fadhis/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *