Derita Mahasiswa Bandung Timur Karena Banjir di Depan Kahatex

Foto: Sumber Net

Suaramahasiswa.info, Rancaekek – Hujan yang mengguyur daerah Bandung dan di daerah sekitarnya akhir-akhir ini berdampak buruk. Seperti banjir, yang terjadi di depan Pabrik Kahatex, jalan Raya Rancaekek, pada Minggu (14/11) sore hingga Senin (15/11) siang. Selama dua hari itu genangan air tak kunjung surut. Akibatnya, jalur provinsi yang menghubungkan kota Bandung dan Garut ini lumpuh total. Macet pun mengular puluhan kilometer.

Hal tersebut memaksa para pengendara yang biasa melewati jalur ini untuk mencari jalur alternatif lain, bersabar atau menyerah; balik badan lalu kembali pulang ke rumah. Salah satu yang dirugikan adalah mahasiswa asal Bandung Timur yang berkuliah di daerah Bandung kota. Mereka kelimpungan karena ases jalan yang biasa dilalui benar-benar terganggu.

Seperti yang dirasakan mahasiswi Universitas Kristen Maranatha, Lyonita Pricilia. Lyon mengaku, terkadang dirinya harus melewati perkuliahan karena banjir di daerah Rancaekek, utamanya di depan Pabrik Kahatex. Tidak jauh berbeda dengan Lyonita, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) M. Ramdan Pamungkas menceritkan, jika perjalanan ke Bandung untuk pergi ke kampus akibat banjir bisa mencapai hingga 5-6 jam lamannya.

“Macetnya parah banget, ekornya tadi sampe bypass yang mau arah ke Nagreg (warung lahang),” ungkap Lyonita, mahasiswa Fakultas Ekonomi-Akutansi ini.

Hal serupa diungkapkan oleh Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) Muhammad Iqbal Setiawan, merasa kesal dengan banjir yang terjadi. Iqbal mengeluhkan banjir yang terjadi hari ini (15/11) membuatnya terlambat ke kampus dan tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Menurutnya, tiap tahun banjir di depan pabrik Kahatex semakin parah. “Pihak swasta serta pemerintah seakan membiarkan saja, padahal sudah tahunan. Dan baru tahun ini perusahaan industri terkait (Kahatex) dipidanakan dan terbukti salah,” urai mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi tersebut.

Iqbal berharap, pemerintah memberikan sanksi tegas pada pabrik-pabrik di daerah Rancaekek yang membuang limbahnya secara sembarangan. Senada dengan Iqbal, Lyonita pun berharap kedepannya pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk menanggulangi banjir ini. Hingga berita ini ditulis, Rancaekek masih sukar untuk dilalui oleh para pengendara yang ingin melewatinya. (Insan/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *