Bene dan Agung Tumbuhkan Minat Menulis dan Budaya Membaca

Adil Nursalam-pemimpin redaksi Suara Mahasiswa (kiri), Agung Satriawan (tengah) dan Bene Dion (kanan) sedang menjelaskan tentang penulisan kreatif beserta buku yang telah mereka luncurkan. Acara yang berlangsung di Akuarium Unisba ini menyuguhkan sesi talkshow, tanya jawab, dan penampilan Stand Up Comedy. (Agam Rachmawan /SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Suara Mahasiswa bekerjasama dengan Icihers, Infobdg, dan Bukune mengadakan pra event talkshow penulisan kreatif dan Stand Up Comedy. Acara yang dihadiri oleh Bene Dion dan Agung Satriawan sebagai finalis Stand Up Comedy Indonesia season 3 sekaligus penulis buku ini, berlangsung di Akuarium Unisba pada Senin (17/11) pukul 13.30 WIB.

Agung telah berhasil meluncurkan dua buah buku, yaitu Past&Curious dan Mengejar Panggung. Ia mengaku bahwa ketertarikannya terhadap dunia menulis telah muncul sejak lama. “Awalnya karena hobi menulis, lalu saya bergabung dengan Bukune dan terciptalah karya tersebut. Dalam buku Mengejar Panggung diceritakan tentang perjuangan sebuah boyband yang ingin eksis di dunia musik. Jadi konsepnya lebih ke komedi musikal,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Agung, awal mula Bene tertarik untuk menulis buku dikarenakan kegemarannya dalam membaca. Buku perdananya yang berjudul Ngeri-Ngeri Sedap menceritakan tentang kisah hidup yang pernah dialaminya. Karakteristik penulisan yang digunakan adalah gaya bahasa santai dan mengandung unsur bahasa Batak.

Acara ini didedikasikan untuk para mahasiswa yang telah memiliki minat terhadap dunia penulisan dan merupakan pengantar untuk event Bengkel Menulis Kreatif dan Stand Up Comedy yang akan berlangsung di bulan Desember mendatang. “Semoga dengan berlangsungnya acara ini dapat menumbuhkan lagi budaya membaca. Karena dengan berkembangnya teknologi saat ini, anak muda menjadi lebih mencintai sosial media dibanding membaca,” harap Gana Kanzi, penanggung jawab pra event talkshow penulisan kreatif dan Stand Up Comedy.

Agung dan Bene berpesan, jika telah memulai menulis maka harus menyelesaikannya. Tak usah ada minat menulis terlebih dahulu, namun yang lebih penting adalah minat membaca. Pasalnya, dengan membaca maka kita akan menemukan referensi, baik itu dari segi ide ataupun cara menulis.

Pengunjung menilai bahwa pra event ini berjalan dengan lancar dan mampu menumbuhkan minatnya dalam menulis. “Acara ini bermanfaat banget buat audience-nya. Banyak informasi yang bisa didapat,  penampilan dari Stand Up Comedy juga sangat menghibur, dan saya jadi tertarik buat beli bukunya,” tutur Hasan Maulana Akbar, mahasiswa Fikom 2013. (Desyane/SM)