Barang Bekas Punya Suara

Ya, seperti yang dilakukan oleh teman-teman dari BogaSora, mereka Komunitas kreatif yang menjadikan barang-barang bekas tersebut jadi instrument musik yang menghasilkan nada-nada perkusi yang atraktif. Nah langsung aja yuk kita wawancara salah satu personilnya Sendy Triansyah, yang kini sedang kuliah Semester 7 di Farmasi Unisba.

 

Sejak kapan sih BogaSora didirikan?


BogaSora dideklarasikan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, karena memang pertama kali tampil juga sewaktu acara Agustusan warga di Antapani.

 

Nah, selain Sendy anggota-anggota yang lain siapa aja dan apa yang ngebuat kalian memutuskan untuk akhirnya bikin BogaSora ini?


Sebetulnya BogaSora ini merupakan bagian dari komunitas ‘Bilik Kreatif’ , dari situ sih kita kepikiran aja kalau kita mau bikin kreasi juga, tapi khusus buat kita, kita ingin bikin band perkusi yang pakai barang-barang bekas sebagai instrumennya. Itu juga yang menyatukan anggota-anggota yang lainnya yaitu Bob, Ganen, Igoy , Adit ,Bonar, Ribi dan Saya , karena kita punya ide yang sama.

 

Makna di balik ‘Boga sora’ tuh apa sih?


Nama BogaSora sendiri berarti ‘Punya Suara’ dari situ kita sih pengen berkreasi mengolah suara, dan dari kreasi itu kita juga ingin menyampaikan kalau suara atau nada yang indah tuh ga hanya berasal dari instrument yang mahal tapi juga dari barang-barang bekas yang tentunya juga lebih ramah lingkungan.

 

Dari tabuhan perkusi kalian, event apa aja sih yang udah kalian jajal?


Kita udah lumayan deh keliling jawa, hehe dari Jakarta, Surabaya  dan kota-kota sekitar Jawa Barat lainnya. Acaranya sih macem-macem dari 17-an, launching –launching , pemecahan rekor nasional, tampil di tv, sampai gigs-gigs kolaborasi gitu.

 

Wah seru nih udah sampai kolaborasi, udah kolaborasi sama siapa aja?


kita pernah kolaborasi sama Lady Arumba yang mainin Bambu sebagai alat musiknya , seru deh pokoknya.

 

Dari Event-event tersebut, apa sih event paling seru buat BogaSora ?


Waktu kita main di TVRI buat peringatan sumpah pemuda kemarin kayanya , hehe, sama waktu kita sama-sama Barbosa, sebutan buat fans kita pada demo di depan gedung sate. Demo ini sebagai ungkapan protes kita atas nasib Tangkuban Parahu yang harusnya warisan Jawa Barat dan sekarang mau dipindahtangankan sama pemerintah ke pihak swasta.

 

Nah terakhir, apa harapan bogasora ke depannya?


semoga Bogasora bisa lebih besar lagi dari sekarang dan bisa bersuara di seluruh indonesia bahkan seluruh dunia.amin

 

oke deh , kita aminin bareng-barenga ya teman-teman, sukses terus buat Bogasora!