Bandung Berisik yang Melawan Dunia

Bandung Berisik menampilkan berbagai macam band cadas macam Seringai, Burgerkill, Jasad, Jeruji, Powerpunk, Noxa, dan lainnya. Tiap penonton memiliki band idolanya tersendiri, seperti yang diutarakan oleh Akbar Riyadi, mahasiswa Teknik Mesin Unpas 2012. “Kesannya keren, cocok banget, apalagi ada Burgerkill” ujarnya. Ia pun menambahkan bahwa harusnya Bandung Berisik tak kalah dengan event-event lainnya di Idonesia, yakni mengundang band dari luar negeri.

Acara yang  sempat diguyur hujan ketika Speedkill dan Siksakubur bermain di atas panggung ini, berjalan sukses meskipun ada beberapa korban yang terjatuh akibat kerasnya moshing pit. Farid Amriansyah dan Zarbin Sulaiman, personil Auman, band asal Palembang, mengaku senang dapat bermain untuk pertama kalinya di Kota Bandung. “Bandung itu adalah salah satu kota patron untuk scene-scene alternatif di kota lain. Diberi amanah dan kesempatan untuk bermain di sini (Bandung Berisik, –red)” ujarnya. Mengenai harapan, Arian Arifin selaku pembuat artwork Bandung Berisik MMXIII yang juga vokalis band Seringai, punya keinginan sendiri supaya kedepannya, perizinan untuk acara seperti ini dapat berjalan mudah dan murah. (Bobby/SM)

Bandung, SM – Banyak cara yang dapat dilakukan oleh penggemar musik untuk dapat menikmati lantunan tembang favoritnya. Khususnya pecinta musik keras, “Bandung Berisik MMXIII” dapat menjadi solusi bagi mereka. Bertempat di Stadion Siliwangi, Sabtu (13/4), event yang diberi tajuk “Versus The World” ini kembali dilangsungkan. Gelaran musik disajikan lewat tiga stage berbeda, yakni Rebel Stage, Extreme Moshpit Stage, dan Versus Stage.

Bandung Berisik menampilkan berbagai macam band cadas macam Seringai, Burgerkill, Jasad, Jeruji, Powerpunk, Noxa, dan lainnya. Tiap penonton memiliki band idolanya tersendiri, seperti yang diutarakan oleh Akbar Riyadi, mahasiswa Teknik Mesin Unpas 2012. “Kesannya keren, cocok banget, apalagi ada Burgerkill” ujarnya. Ia pun menambahkan bahwa harusnya Bandung Berisik tak kalah dengan event-event lainnya di Idonesia, yakni mengundang band dari luar negeri.

Acara yang  sempat diguyur hujan ketika Speedkill dan Siksakubur bermain di atas panggung ini, berjalan sukses meskipun ada beberapa korban yang terjatuh akibat kerasnya moshing pit. Farid Amriansyah dan Zarbin Sulaiman, personil Auman, band asal Palembang, mengaku senang dapat bermain untuk pertama kalinya di Kota Bandung. “Bandung itu adalah salah satu kota patron untuk scene-scene alternatif di kota lain. Diberi amanah dan kesempatan untuk bermain di sini (Bandung Berisik, –red)” ujarnya. Mengenai harapan, Arian Arifin selaku pembuat artwork Bandung Berisik MMXIII yang juga vokalis band Seringai, punya keinginan sendiri supaya kedepannya, perizinan untuk acara seperti ini dapat berjalan mudah dan murah. (Bobby/SM)