Agus Mumung: Sistem Antrian Geser Lebih Cocok

Agus Mumung  saat menjelaskan mengenai cara antrian di Gedung Fakultas Kedokteran (FK) di ruangannya pada Selasa (19/4). Ia menuturkan Unisba lebih cocok menggunakan cara geser untuk antrian.

Suaramahasiswa.info, Unisba –  Pelayanan pembayaran U.SKS, U.Cuti, dan U.Praktek dari tanggal 4 – 15 April dinilai kurang efektif. Hal ini diungkapkan oleh Suci Wulandari, yang menuturkan seharusnya Unisba sudah menyiapkan antisipasi jika jumlah mahasiswa yang melakukan pembayaran membeludak. Ditemui di ruangannya pada Selasa (19/4) Agus Mumung selaku Kabag. Puslahta Unisba mengaku akan menerapkan sistem antrian yang pernah dilakukan di Student Center (SC).

Agus menjelaskan, sistem antrian yang dipakai saat pekan pembayaran kurang cocok untuk antrian yang panjang. Baginya, sistem geser yang diterapkan saat pembayaran di SC lebih cocok di Unisba, karena tiap teller dan mahasiswa jauh lebih tertib dalam proses pembayaran. “Kalau udah ada yang selesai bayar tinggal geser. Saat itu antrian lebih tertib dan lebih cocok untuk mahasiswa Unisba,” ujarnya. Ia menambahkan, untuk perpanjangan pelunasan U.SKS, U.Cuti dan U.Praktek yang dilakukan sejak hari Senin (18/4) sudah menggunakan cara geser.

Lani Susana selaku Kabag Keuangan menuturkan pembayaran diperpanjang, dengan catatan mahasiswa harus melapor ke wakil dekan II masing – masing. Berbeda dengan Lani, Agus Mumung selaku Kabag. Puslahta menjelaskan dari hasil rapat dengan para wakil dekan II pembayaran tidak diperpanjang. Tapi, bila ada mahasiswa yang ingin membayar harus melapor ke wakil dekan II masing – masing, “Kalau dari rapat kemarin memang tidak diperpanjang. Tapi menurut saya pribadi itu tetap perpanjangan,” ujarnya. (Vigor M. Loematta/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *