Banyaknya Metode Pembayaran, Mahasiswa Unisba Alami Penipuan

Ilustrasi seorang mahasiswa tengah melakukan pembayaran  jual beli online.

Suaramahasiswa.info, Unisba- Penipuan terjadi di segala sektor, jual beli online misalnya baik pembeli maupun penjual bisa mengalami hal tersebut. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Andara Munazar mengaku menjadi korban penipuan jual beli sepatu online pada Kamis (21/6). Metode pembayaran yang kian menjadi variatif menjadikan penjual maupun pembeli harus semakin waspada.

Andara menceritakan pada mulanya pelaku langsung menghubunginya melalui aplikasi online WhatsApp untuk menanyakan keberadaan barang. Ketika transaksi berlangsung, Andara mengatakan pelaku memintanya untuk mengirim barang ke alamat yang tertera dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Unisba pelaku. KTM tersebut mengatasnamakan mahasiswa Fakultas Hukum (FH), angkatan 2013. “Dia maunya barang dikirim saja, via chat ngirim foto KTP sama KTM, diajak ketemu enggak mau,” ungkapnya pada Kamis (5/7).

Setelah mencapai kesepakatan, pelaku men-transfer melalui rekening yang dilakukan melalui aplikasi uang elektronik dapat digunakan untuk pembayaran belanja. Karena bingung dan curiga, Andara mengirim bukti screenshoot pengiriman ke email Customer Serivice aplikasi tersebut. “Katanya metode transfer bukan seperti itu, hati-hati kalau itu penipuan,” tambah Andara.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH, Muhammad Rafi ia berpendapat pihak BEM sendiri masih belum terlalu tahu-menahu juga ada konfirmasi dari kasus ini. Jika pihak korban membutuhkan advokasi, pihak BEM akan terbuka untuk pihak mana saja yang membutuhkanya. Ia juga merasa kurang percaya jika pelaku adalah mahasiswa FH. “Kalau niat nipu gak akan seberani itu kirim foto KTP sama KTM, artinya  identitasnya dicatat oleh penipu,” ucapnya lagi. 

Muhammad pun mengimbau agar tidak memberikan stigma bahwa mahasiswa tersebut adalah pelakunya tanpa menelusuran lebih lanjut. “Ini bisa menjadi pelajaran untuk semua orang agar tidak lagi asal foto KTM dan KTP karena itu akan menjadi peluang untuk orang berbuat jahat,” tutupnya. (Indah/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *