AJI Bandung Adakan Lokakarya Keterbukaan Data

Mentor dari independen[dot]id Hesti Murthi sedang memaparkan materi dalam lokakarya bertemakan Open Data in Bandung pada Senin (9/10) di 90 Gourmet, Jalan L.L.R.E Martadinata No. 90, Kota Bandung. Menurutnya dalam hal keterbukaan pasti memiliki dua sisi, positif dan negatif, pemerintah seharusnya memiliki cara untuk mengantisipasi penyalahgunaan data.

Suaramahasiswa.info, Bandung – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung bekerjasama dengan USAID CEGAH mengadakan lokakarya bertemakan Open Data in Bandung pada Senin (9/10) di 90 Gourmet, Jalan L.L.R.E Martadinata No. 90, Kota Bandung. Program ini berinisiatif untuk mebangun ekosistem jurnalis serta mengkampanyekan transparansi, keterbukaan informasi dan data pemerintah dalam isu layanan publik.

Mantan Ketua AJI Adi Marsiela mengungkapkan, diperlukan keterbukaan dari badan publik sehingga proses transparansi lebih mudah. Hal tersebut dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah dan organisasi non pemerintah dalam pengambilan kebijakan. “Jurnalis itu membutuhkan data yang cukup valid atau menunjang dari badan publik. Data yang ada pun diharuskan adanya kesesuain,” ucapnya.

Mentor dari independen[dot]id Hesti Murthi memaparkan, data yang sangat penting tidak seluruhnya dibuka oleh pemerintah. Alasan mereka melakukan hal itu dikarenakan mereka takut data tersebut disalahgunakan oleh pihak yang memiliki kepentingan pribadi. Ia juga menambahkan dalam hal keterbukaan pasti ada dua sisi, positif dan negatif. Dalam hal ini pemerintah seharusnya memiliki cara untuk mengantisipasi penyalahgunaan data.

“Kita mendorong teman-teman jurnalis untuk memvisualisasikan data yang bukan hanya menarik tapi juga dapat dipahami masyarakat. Dengan demikian bisa menyampaikan apa yang perlu dikeluhkan,” tambah Hesti.

Mahasiswi Macromedia University di Hamburg, Jerman Sarah Suhadi menghadiri acara tersebut dengan antusias. Menurutnya, acara ini sangat menarik sekaligus belajar mengenai open data di Indonesia.  “Seneng sih, kita bisa diskusi dan dapet pengalaman-pengalaman baru. Ini tuh kan open data, orang-orang perlu sadar karena datanya belum dipublikasi. Ini penting banget, orang-orang harus sadar itu kan hak kita. Saya harap acara seperti ini lebih sering diadakan.” (Intan Radhialloh/SM)