Kontraktor Mengundurkan Diri, Penggantian Paving Block Terhambat

Seorang mahasiswa tengah berjalan di area yang belum dipasangi paving block di Lapang Parkir Mobil Unisba Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Senin (5/6/2017). Pemasangan paving block hingga kini masih belum rampung diperbaiki, ditemui di ruangannya Kepala Bagian Sarana Prasarana Koko Heryadi mengungkapkan, hal itu dikarenakan masih banyaknya kendala dalam perbaikan tersebut. (Gina Fatwati/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Penggantian paving block yang dilakukan dari Bulan Januari lalu mengalami banyak kendala, hingga kini lahan parkir mobil Unisba di Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung  masih belum rampung diperbaiki. Hal tersebut diutarakan Kepala Bagian Sarana Prasarana, Koko Heriyadi saat ditemui di ruangannya pada Senin (5/6). Ia mengungkapkan, selain kondisi lapang parkir yang dipenuhi mobil, kendala lainnya ialah kontraktor yang mengundurkan diri.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan pihak kontraktor apakah dia masih mampu atau tidak. Ternyata dia sudah menyerah dengan kondisi yang ada dan hasilnya pun tidak sesuai dengan yang kita inginkan,” tuturnya.

Terkait pengunduran diri kontraktor, Koko menambahkan perbaikan tersebut dilanjutkan oleh pemenang kedua sebagai penggantinya. Pemilihan kontraktor sendiri menggunakan sistem lelang. “Kontraktor yang pertama sudah tidak sanggup lagi, jadi kita menunjuk kontraktor ke dua. Namun tetap saja tidak bisa mengerjakan pada siang hari,” pungkasnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Hana Putri Aprilia menaggapi hal tersebut. Menurutnya perbaikan tersebut baik untuk aktivitas mahasiswa. “Misalkan Stuba, jika saat latihan mereka suka lepas sepatu, sedangkan paving block yang dulu itu permukaanya kasar,” ungkap Hana.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Ginza Gibran ikut menanggapi. Menurutnya untuk perbaikan lahan sekecil ini harusnya bisa dikerjakan secara cepat jika manajemennya baik. Ia menambahkan, pengerjaan yang dimulai sejak Januari terlampau lama, namun hal itu disebabkan juga dengan banyaknya mahasiswa yang membawa mobil sehingga menghambat jalanya perbaikan.

“Kesadaran dari orang-orangnya sendiri untuk tidak membawa kendaraan pribadi. Padahal, sekarang banyak juga transportasi online yang dapat memudahkan,” ungkapnya saat ditemu di Pelataran Gedung Khez Mutaqqien. (Gina Fatwati/SM)

Share Button