Rakha Naufal, Atlet Panjat Tebing dari Unisba

Foto: Dokumentasi Pribadi

Suaramahasiswa.info, Unisba – Mahasiswa sejatinya memiliki ragam keahlian yang dimiliki. Umumnya, banyak di antaranya kecenderungan memilih minat terhadap seni, budaya, dan olahraga. Namun bertolak belakang dari olahraga biasanya, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba, Rakha Naufal memutuskan panjat tebing sebagai olahraga yang ditekuni, Selasa (30/5).  

Rakha menceritakan kecintaannya olahraga ekstrem ini yang sudah ditanamkan sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia memulai keseriusannya di dunia panjat tebing sejak dirinya tergabung di Indonesia Climbing Expedition tahun 2012. “Indonesia Climbing Expedition menjadi komunitas yang saya ikuti di tahun 2012, setelahnya saya masuk di bagian vertical rescue,” ujarnya.

Selain aktif dalam komunitasnya ini, Rakha pun turut memberikan pelajaran edukasi kepada siswa Sekolah Dasar (SD) soal panjat tebing. Kegiatan ini sudah ia jalani mulai sejak pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai sekarang. “Udah mulai ngajar olahraga panjat tebing ini dari SMA itu pun masih jadi asisten instruktur. Sekarang sudah menjadi instruktur, dan lagi persiapan edukasi manjat ke SD sama untuk lomba 17 agustus,” ungkap lelaki berusia 18 tahun ini.

Pengajaran yang dilakukan untuk siswa SD ini disambut Rakha sebagai hal positif. Rakha menjelaskan, panjat tebing termasuk ke dalam olahraga aman. “Pada praktiknya tidak hanya teori memanjat, tapi kita mengajak mereka berbaur pada warga sekitar berkeliling melihat pemandangan alam, belajar ilmu alam juga.”

Keseriusannya terhadap dunia panjat tebing dibuktikan dengan memenangkan lomba. Rakha pun telah melakukan itu sebanyak enam kali. Di tahun 2015, ia berhasil menyabet medali perunggu pada lomba panjat tebing yang diadakan Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani). (Puteri Redha/SM).

 

Share Button