Live Review: Metallica Live in Jakarta 2013

Penantian 20 tahun metalhead Indonesia untuk didatangi oleh pionir Thrash Metal asal Amerika Serikat, Metallica, akhirnya kesampaian juga.

“Can you feel what I feel? Can you feel what I feel?!” Teriak sang gitaris-vokalis, James Hetfield, di sela-sela penampilan Metallica di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/8). Ya, band yang telah berdiri sedari 32 tahun silam ini, sukses mengguncang tanah air. Dilansir dari akun twitter jurnalis majalah Rolling Stone Indonesia, Wendi Putranto (@wenzrawk), penonton yang datang berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

Dibuka oleh band asal Jakarta, Seringai, sejenak para pengunjung merasa terhenyak dan sing along bersama penyanyi Raisa yang berduet dengan Arian cs melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah beberapa lagu andalan dibawakan oleh Seringai, di akhir pertunjukkan, mereka mengajak Stevie Item gitaris Dead Squad dan Stephanus Adjie vokalis Down For Life ke atas panggung untuk bersama menggubah lagu Ace of Spades milik band gaek asal Inggirs, Motorhead.

Penonton dibuat gelisah karena menunggu Metallica yang tak kunjung muncul. Namun semua itu sirna setelah lantunan instrumental “Ecstacy of Gold” yang biasa dijadikan intro pembuka Metallica, berkumandang. Sontak teriakan para metalhead pun menggelegar setelah tabuhan drum Lars Ulrich menandakan lagu pembuka “Hit The Lights” dimulai. Penonton mulai berjingkrak bersama menikmati lagu yang terdapat di album pertama Metallica, “ Kill ‘em All” tersebut.

Selanjutnya, tembang-tembang Metallica dari berbagai album yang telah mereka telurkan, mulai dipertunjukkan satu-persatu. Seperti “Master of Puppets,” “For Whom The Bell Tolls,” “Sad But True,” “Blackened,” tembang harmonis “One” dan “Nothing Else Matter,” hingga instrumental epik “Orion.” Semua personil memainkan secara maksimal. Rob Trujillo, Kirk Hammett, dan Lars Ulrich tak meluputkan aksi solo dan akrobatik yang biasa mereka lakukan. James pun tak sungkan mengajak penonton bercanda. Hingga akhirnya, encore menjadi momen yang ‘pecah’ dengan dibawakannya lagu “Creeping Death,” “Fight Fire With Fire,” dan penutup yang selalu dibawakan oleh James cs sedari 2003, “Seek and Destroy.”

Penonton dibuat terharu karena keempat personil membentangkan bendera Indonesia yang bergambar logo Metallica, dibubuhi tulisan “Solo – Indonesia” di bawahnya. Tak lupa juga mereka memberikan kenang-kenangan pada penonton di area festival dengan melemparkan stik drum dan pick gitar. “Metallica loves Jakarta!” Teriak James, dan permainan pun ditutup. Jalannya konser yang rapi, tak adanya rusuh yang terjadi, serta penonton dari tua hingga muda yang saling menghargai satu sama lain, menandakan bahwa konser tersebut berjalan secara fantastis. Pun tak sia-sia metalheads tanah air yang telah menunggu Metallica dari dulu, yang mana mereka sebelumnya bermain di Indonesia pada tahun 1993 di Stadion Lebak Bulus Jakarta, dan berlangsung ricuh. Overall, konser Metallica kali kedua di Indonesia ini berjalan amat fantastis. (Bobby Agung P./SM)

Foto : metallica.com

Share Button