‘The Beginning of Nusantara’ Sadarkan Persatuan Indonesia

Adegan perdebatan antara kedua dewa yakni Kelana (kiri) dan Pandita (kanan) dalam Pagelaran Kabaret pada Sabtu (14/10/2017) di Teater Tertutup Dago Tea House, Jalan Bukit Dago Selatan No.53A, Kota Bandung. Dejavoo Entertaiment mengusung cerita fantasi di mana manusia saling berperang untuk melindungi Nusantara. 

Suaramahasiswa.info, Bandung – Nusantara begitulah Indonesia biasa disebut sebuah negeri yang memiliki beranekaragaman suku bangsa dan kebudayaan. Negeri ini memiliki lima kepulauan besar didalamnya seperti yang diperankan oleh kelima tokoh atau disebut Grawira diantaranya Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua. Dejavoo Entertaiment menghadirkan pagelaran kabaret kedua dengan mempersembahkan ‘The Beginning of Nusantara’.

Sorak penonton sudah mulai terdengar saat para pemeran memasuki arena pagelaran kabaret. Kami pun langsung disajikan tampilan koreografi yang indah dan penataan kostum yang elegan. Diceritakan pula tokoh antagonis yaitu Dewa Kelana dan harus dikalahkan oleh Grawira atau utusan Dewa Pandita berperan sebagai protagonis. Kisah yang disutradarai oleh Yusa Putra ini menceritakan tentang Negara Indonesia yang kini lebih mengedepankan kepentingan sendiri dibandingkan kelompok.

“Melalui kisah ini menyampaikan pesan bela negara, dasar pancasila untuk mengingatkan kembali kepada pemuda-pemudi Indonesia. Semoga bisa kembali bersatu dan mewujudkan mimpinya bersama dan tidak terjadi perpecahan,” ucap Yusa yang juga berperan sebagai Papua.

Bercerita tentang kelima Grawira yang pada mulanya saling bertengkar karena menginginkan kekuasaan. Grawira pun dihadapkan untuk melindungi Nusantara dari kejahatan Kelana. Pertikaian diantara Grawira mengakibatkan konflik yang menyebabkan terbunuhnya manusia. Hingga persatuanlah yang dibutuhkan untuk mengalahkan Kelana.

Disamping konsep fantasi dan artistik yang menarik, unsur humor kerap dimunculkan dalam pagelaran sehingga terdengar gelak tawa penonton. Selain itu, unsur percintaan dihadirkan di tengah cerita antara Jawa dan Sumatra. Tetapi Kelana berhasil membunuh Sumatra yang mengingatkan persatuan bagi keempat tokoh lainnya untuk menjaga Nusantara. Ia pun dihidupkan kembali oleh Dewa Pandita, hal ini mengakibatkan berlanjutnya pertikaian dengan Kelana, hingga tercapailah kemenangan bagi Nusantara.

Kisah ‘The Beginning of Nusantara’ ini sebelumnya sudah digelar di Teater Tertutup Sunan Ambu ISBI Bandung pada Rabu (23/8) dengan cerita yang menggantung. Dilanjut pada Sabtu malam tadi (14/10) di Teater Tertutup Dago Tea House yang dibagi kedalam empat sesi penampilan. Dejavoo Entertaiment kali ini mengusungkan konsep fantasi yang lebih mengedepankan pesan moral.

Cerita tentang terbentuknya Nusantara ini diproses selama empat bulan, hal tersebut diakui Ketua Pelaksana, Raihan Valah. Ia menjelaskan acara yang diadakan di Sunan Ambu ISBI Bandung merupakan geladi resik. “Di tempat kemarin itu (baca: ISBI Bandung), banyak konsep dan trik yang  belum keluar. Kita enggak dituntut hanya sekedar berperan, pemain harus bisa membuat properti, kostum dan artistik” ucap Valah saat berbincang dengan kami di akhir acara.

Acara yang berdurasi satu jam ini membuahkan kepuasan dari penonton Aksi Seni Teater dan Kabaret  (Aksara) Sumedang, Hilma Laela. Ia mengungkapkan untuk pertama kalinya menonton pagelaran kabaret yang baik. “Aku kaget banget, speechless lihat mereka pada bagus dan keren. Soalnya di Kota Sumedang masih sedikit,” pungkasnya. (Iqbal/SM)