Tahan Banting, Kunci Sukses Ahmad Qois

Foto: Dokumentasi Pribadi

Suaramahasiswa.info, Unisba – Berawal dari hobinya yaitu travelling, berbagai pengalaman bisa didapatkan. Dari sana suatu ide bisnis yang menjanjikan seketika hadir di benaknya. Saat itu, ide bisnisnya muncul dari ketidaknyamanan ia ketika menginap di hotel kapsul. Permasalahannya, kebanyakan hotel kapsul; memiliki ukuran yang kecil, dan tidak memberikan ruang privasi.

Pengalaman tersebut dialami oleh Ahmad Qois yang merupakan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi 2013. Dari situlah, Ia bersama tujuh founder lainnya terpikirkan untuk membangun hotel berbentuk kapsul yang dikenal dengan nama Bobobox. Tujuan awalnya pembuatan Bobobox ini sebagai solusi tempat menginap yang nyaman ketika travelling. “Bobobox ini launching pada 27 Juli 2018, tempatnya di Jalan Pasir Kaliki, Bandung,” ungkap Qois saat ditemui di Aquarium Unisba pada Jum’at (29/3).

Membutuhkan waktu tiga hingga lima bulan bagi Ahmad Qois untuk mewujudkan hotel kapsul yang diinginkan. Ia juga founder-nya percaya bahwa Bobobox ini kelak akan menjadi game changer (ide yang mendobrak cara berpikir masyarakat). Hal yang membedakan pula antara hotel kapsul ini dengan yang lain adalah integrasinya dengan teknologi, juga dihubungkan pada satu aplikasi.

“Konsep Internet of Things (IOT) ini diterapkan untuk menghubungkan aplikasi Bobobox dengan smart cooking, check in, check out, smart payment dan control pod. Tujuannya membuat semua proses menjadi efisien, sehingga tidak membuang banyak waktu,” ucap salah satu founder hotel kapsul pertama di Indonesia yang telah terintegrasi dengan teknologi tersebut.

Ketika memasuki hotel tersebut, pengunjung akan disuguhi dengan box yang berisikan kapsul. Tercatat dalam bobobox sebanyak 62 kapsul, yang dapat diisi dua orang dewasa juga satu anak kecil. Penginapan hotel kapsul Bobobox ini juga nantinya akan meluas ke beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta hingga Medan. Menurut Qois, bulan April nanti akan diresmikan hotel kedua di Bandung yang lokasinya berada di Jalan Cipaganti. Dari bisnis yang dijalaninya ini, dalam hitungan per bulannya, Bobobox dapat meraup omzet 250 hingga 400 juta.

Kendati demikian, Qois mengatakan pencapaian yang diraihnya bukan diukur dari materi saja. Menurutnya tolok ukur untuk dikatakan meraih sukses yaitu memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas. “Jadi kalau ngomongin achievement lebih ke arah masyarakat diluar, bukan hanya untuk diri kita sendiri.”

Kunci keberhasilan dalam menjalankan bisnisnya menurut Qois adalah fokus dan tahan banting. Enterpreuner itu diakuinya harus kuat mental, dan setiap orang mempunyai perjalanan dan pengalamannya sendiri. “Percaya aja kalau ini akan menjadi sesuatu yang besar. Yang paling penting kalau sudah yakin, apapun situasi dan keadaannya tetap tegak,” tutupnya.  

Reporter: Gina Fatwati/SM

Penulis: Gina Fatwati/SM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *