Mahasiswa dan Pergerakannya dalam Sejarah

Ilustrasi demonstrasi. (Foto/Ap Photo) 

Suaramahasiswa.info – Mahasiswa dengan pergerakan tidak bisa dipisahkan. Sehari-harinya, mahasiwa ikut menjadi elemen pengawas pemerintah. Menjadi garda depan dan mewakili masyarakat. Tiap gerakan dan sorakannya pun tidak lain untuk menyuarakan kebenaran. Rasanya, sudah menjadi kewajiban, mahasiswa ikut masuk kedalamnya.

Maha-siswa, dari sebutannya saja sudah berbeda. Kata ‘Maha’ mengartikan status lebih tinggi dari sekedar siswa biasa. Menurut pengertiannya, dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mahasiswa/ma-ha-sis-wa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi.

Tetapi dalam prakteknya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai subjek yang belajar disuatu institusi pendidikan yang berkedudukan sebagai perguruan tinggi saja, namun dikutip dari Hipwee, ada sisi yang menjadi bagian dari mahasiswa di dalam masyarakat, yaitu Guardian Of Value, Agent Of Change, dan Moral Force.

Dilihat dari sisi Guardian of Value, Mahasiswa telah masuk dalam pelajar tingkat tinggi, sehingga memiliki peran untuk menjaga nilai di masyarakat dengan kebenaran yang mutlak, dilandasi kejujuran, keadilan, gotong royong, integritas dan empati dalam kehidupan bermasyarakat.

Tidak hanya itu, mahasiswa pun turut serta dalam Agent Of Change. Mahasiswa tidak hanya bergerak dalam lingkungan akademiknya saja, tapi juga bertindak sebagai penggerak seluruh masyarakat kearah lebih baik. Tentu saja, dengan segala ilmu dan pengetahuan yang telah dikuasai untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan bersama.

Sedangkan untuk Moral Force, Mahasiswa memiliki tingkat pendidikan yang paling tinggi, sehingga sudah menjadi seharusnya memiliki moral yang baik pula. Tingkat intelektual seorang mahasiswa akan disejajarkan dengan tingkat moralitasnya sehari – hari.

Seorang Knopfemacher mengatakan, Mahasiswa adalah seseorang calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi yang didik dan diharapkan untuk menjadi calon-calon yang intelektual.

Dalam wujudnya, mahasiswa memang tercatat dalam sejarah dalam pergerakannya. Seperti yang dikutip dari Voa-Islamic, dan alinea.id, berikut rangkuman gerakan mahasiswa yang tercatat dalam sejarah dan andil dalam perubahan di masyarakat,

Gerakan Pertama Mahasiswa di Amerika Latin

Sejarah munculnya gerakan mahasiswa pertama kali muncul di Negara Amerika Latin. Sebuah aksi yang diawali dari adanya Manifesto Cordoba di Argentina pada tahun 1918. Ini adalah deklarasi dimana mahasiswa menginginkan keterlibatan dalam administrasi universitas dan adanya otonomi akademik Universitas.

Dalam deklarasi Manifesto Cordoba, mereka menyatakan “Kami ingin menghapus dari organisasi universitas konsep tentang otoritas yang kuno dan barbar, yang menjadikan universitas benteng pertahanan tirani yang absurd”.

Sebuah kalimat yang kini menjadi nyawa tersendiri dalam setiap pergerakan mahasiswa tersebut mendobrak pandangan konservatif akan Universitas dan cengkraman tirani politik didalamnya. Bahkan memberi pembagian kekuasaan bagi mahasiswa untuk ikut berdiri didalam Universitas.

Hal ini adalah akibat dari kondisi sosial politis Amerika Latin saat itu yang dikuasai pemerintahan otoriter, yang jangkauan kekuasaannya sudah masuk ke dalam ranah akademik universitas.

Pembongkaran Penjara Akademik di Eropa

Gerakan Mahasiswa di Eropa sebagai wujud diinginkannya kemerdekaan dan kesempatan seluas-luasnya untuk mencari ceruk Ilmu sebanyak mungkin oleh para Mahasiswa. Pada masa itu, para Professor mengembangkan keilmuwannya dan bahan ajar yang terbatas pada diktat mereka, pun begitu ujiannya. Kebebasan ruang publik untuk berdiskusi pun dibatasi, sehingga membuat banyak mahasiswa kesulitan.

Keotoriteran dalam akademik itu membuat perlawanan dari mahasiswa. Berawal dari Turin, Italia, mahasiswa berhasil mengontrol aktivitas fisik dan intelektual kampus mereka melalui kegiatan-kegiatannya sendiri. Selama sebulan penuh kampus tersebut  berhasil di duduki (27 November 1967-27 Desember 1967).

Gerakan tersebut akhirnya diperluas hingga luar Turin, bahkan menjangkau seluruh kota di Italia. Tujuan mereka pun diperbesar dengan melawan otoriterianisme, sehingga dalam dua bulan Januari hingga Februari 1968, seluruh mahasiswa Italia ikut dalam gerakan ini.

Tidak sia-sia, gerakan ini berhasil membuka ranah akademik menjadi lebih terbuka, sehingga para professor mulai melihat ke arah kurikulum kampus dan tidak otoriter. Hal ini sampai mengubah kebijakan pendidikan nasional yang lebih egaliter dan terbuka.

Perubahan Struktur Politis China dari Gerakan Mahasiswa

Sejarah munculnya gerakan mahasiswa juga terjadi pada 4 Mei 1919. Gerakan tersebut muncul dari mahasiswa dan para intelektual yang melakukan demonstrasi di gerbang Tianan Cina. hal ini terjadi karena adanya protes terhadap kegagalan diplomatik pemerintah China selama Perjanjian Negosiasi Versailles (Lee, 2009).

Mulanya, gerakan ini terjadi di Beijing dan menyebar sampai ke Shanghai bahkan bagian China lain. Gerakan ini berhasil memiliki efek langsung pada pemerintahan China untuk tidak menandatangani surat perjanjian damai di tahun yang sama. Kemudian, pemikiran para intelektual China yang dianggap radikal ini akhirnya mengarah pada penciptaan Partai Komunis di negara tersebut.

Gerakan Mahasiswa di Indonesia

Dalam sejarahnya sendiri, gerakan mahasiswa di Indonesia tidak hanya sekali dua kali terjadi. Sejak era kolonial, orde lama, dan yang paling terkenang yaitu Gerakan yang diprakarsai Boedi Utomo dan Insiden Trisakti 1998 lalu. Pada saat itu, aparat menembak mati empat mahasiswa yang membangkitkan kesadaran mahasiswa.

Hal ini banyak diyakini sebagai katalisator gerakan mahasiswa 1998 yang semakin membesar dengan isu penting yang terarah tajam ke satu arah yaitu sosok Presiden Soeharto. Gerakan semakin meluas dan membesar saat mahasiswa menolak terpilihnya Soeharto sebagai Presiden untuk ke tujuh kalinya dalam sidang MPR pada 10 Maret 1998. Kondisi ekonomi yang memburuk pun . rumit permasalahan yang ada.

Jauh setelahnya , gerakan mahasiswa kembali terjadi. Dalam rentang 21 tahun, berkali-kali pergolakan gerakan mahasiswa menuntut, melawan dan memprotes kebijakan yang dirasa tak sesuai dengan keinginan rakyat terjadi.

Belajar dari sejarah, tidak hanya dalam pergerakan semata, pemikiran dan integritas para mahasiswa ini memang dibutuhkan oleh masyarakat. Menjaga dan menjadi mata untuk mereka yang lemah dan tidak bisa bersuara. Ganti meneriakan keadilan sebagai wujud dari penjagaan nilai sosial dan moral yang dipinta. Abdi pada masyrakat, menjaga bangsa dan ikut menjadi kontrol sosial dalam bernegara.

Penulis: Verticallya Yuri S.E

Editor: Puspa Elissa Putri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *