Lima UKM Baru Diresmikan, Begini Latar Belakangnya

Foto: Ilustrasi

Suaramahasiswa.info, Unisba – Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) meresmikan lima Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru. Kongres tersebut dilaksanakan di Kampus II Unisba, Ciburial, 22 Januari lalu.

Berikut ini, Suara Mahasiswa mengulas latar belakang masing-masing UKM baru yang telah diresmikan.

  1. Forum Kajian Mahasiswa (Forkama)

Organisasi ini pertama kali muncul pada 2015. Ketika itu, Forkama merupakan program kerja Kementerian Luar Negeri di bawah BEMU Kabinet Bhineka. Program tersebut berjalan di internal maupun eksternal Unisba.

Peresmian Forkama menjadi UKM memiliki pertimbangan. Selain harus melewati prosedur Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), organisasi ini pun perlu menyesuaikan dengan kondisi sumber daya mahasiswa.

Pemimpin Umum, Ifandi Kirnarata mengatakan saat ini mahasiswa minim kegiatan berdiskusi. “Kalo seperti ini ‘kan diskusi jadi ada wadahnya, jadi jelas juga. Kita bicarakan segala permasalahan di dalam maupun di luar Unisba lalu pecahkan,” ujarnya.

  1. Bendera

Organisasi yang bergerak di bidang pengibaran bendera ini memang sudah diwacanakan menjadi UKM sedari lama. Namun, banyak yang menganggap tidak layak, tetapi tidak sedikit pula mendukung. Mengingat saat ini kegiatan bendera hanya fokus pada Ta’aruf.

Ketua Bendera, Najmi Fauzan mengatakan ketika beranjak menjadi UKM tentunya siklus kegiatan akan berubah. Kegiatan yang ia canangkan pun beragam. “Nanti ada pelatihan juga kegiatan di luar Unisba,” ungkap mahasiswa Fakultas Syari’ah 2015.

  1. Clean and Green (CNG)

“Bandung Lautan Sampah” ungkap seorang dosen Teknik Industri Unisba, Muhammad Satori. Ia tergerak karena ketika tahun 2005, Bandung begitu kotor. Ia pun membuat sebuah perkumpulan bertajuk Clean and Green. Perkumpulan itu diisi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung.

Ketua CNG, Onny Setia mengungkapkan, UKM ini memiliki produk yang dapat menghasilkan pundi uang. Salah satunya produk pupuk kompos yang dijual Rp 7.000 untuk satu kantung. “Biasanya produk kita dibeli sama dosen, kalau mahasiswa jarang.”

Sayangnya, CNG kurang tersohor di Unisba. Hal itu dikarenakan mereka lebih sering beraktivitas di luar. Baru-baru ini, CNG melakukan bakti desa di Garut tentang pengolahan limbah.

Organisasi yang berada di bawah Pusat Pengembangan Teknologi Lingkungan Hidup (P2TLH) Unisba ini mencanangkan akan lebih peduli terhadap lingkungan Kampus Biru setelah resmi menjadi UKM.

  1. Arabic Course

Unisba memiliki landasan ke-Islam-an, maka tidak heran jika organisasi Arabic Course atau Bahasa Arab ini ikut meramaikan tataran UKM. Awalnya, organisasi ini akan dinamai Al-Jumu’ah.

“Kondisi mahasiswa Unisba yang rata-rata tidak paham bahasa Arab, jadi menggunakan bahasa Inggris. Mereka lebih paham bahasa Inggris,” kata Ketua Umum Arabic Course, Reza Fairuz.

Menurut Reza, organisasi ini sudah melenggang banyak mengikuti kompetisi nasional juga internasional. “Terakhir UKM ini mengikuti turnamen bahasa Arab di Malaysia”.

  1. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia – Perguruan Tinggi (HIPMI-PT)

Umumnya, organisasi ini didirikan tahun 1972 dengan landasan menumbuhkan wirausaha di kalangan muda sebab sangat minim. Pencapaian yang signifikan sampai krisis moneter pada 1998, HIPMI-PT berhasil mengkader pemuda untuk berwirausaha.

Menengok tingkat pengangguran para sarjana yang cukup tinggi saat ini, Mochamad Ilham bersama rekannya tergerak untuk membuat cabangnya di Unisba. Alumni Teknik Tambang itu beranggapan persaingan di dunia kerja sangat ketat sehingga banyak tunakarya.

Menurut Ilham, sejauh ini HIPMI-PT Unisba sudah mencetak para wirausaha muda. Tidak sedikit dari mereka yang hanya berbekal keinginan tanpa pengalaman. “Munculnya organisasi ini di Unisba, mahasiswa tidak dituntut untuk bekerja di bawah orang, tetapi bisa menciptakan lahan pekerjaan untuk orang.”

Walaupun belum genap satu tahun beraktivitas, HIPMI-PT sudah resmi menjadi UKM. Wakil Rektor III, Asep Ramdhan beralasan organisasi-organisasi wirausaha sudah tersebar di beberapa fakultas.

“Saya menengok organisasi semacam ini sudah ada di beberapa fakultas. Mereka pun sudah berkiprah lebih dari tiga tahun. HIPMI-PT ini menjadi pusat dari semua organisasi pengusaha Unisba itu,” ucapnya di Gedung Rektorat, Jalan Tamansari No. 20, Selasa (13/3).

Begitulah ulasan singkat dari UKM yang baru diresmikan. Dengan hadirnya mereka di lingkungan Unisba, diharapkan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan mahasiswa. (Febrian/SM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *