Empat Hal Ini Bisa Membantumu Hadapi Bullying

Ilustrasi stop bullying (Foto/SciTechConnect)

Suaramahasiswa.infoBullying atau perundungan sekarang ini lagi ramai, di Pontianak, kasus seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Audrey yang dikeroyok 12 orang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Tagar #JusticeForAudrey pun menjadi trending dan keluarnya petisi.

Dilansir dari CNNIndonesia, pada Juni 2017 ada 117 kasus perundungan dilaporkan ke kementerian sosial. Jika ditinjau dari undang–undang No.35 tahun 2014, mengatur setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan kekerasan terhadap anak. Bagi yang melanggar, pelaku akan dikenakan pidana yaitu penjara paling lama tiga tahun enam bulan, atau denda paling banyak 72 juta.

Hal ini menunjukan, kasus perundungan bukanlah hal yang main – main dan sudah beranjak ke ranah hukum. Nah, bagi kamu yang pernah menjadi korban bullying, ada beberapa hal nih yang dapat kamu lakukan, dan merasa lebih baik setelah menerapkannya.

  1. Cintai dirimu sendiri

Sebagai korban, pasti kamu sering merasa tak dibutuhkan. Kamu merasa lebih baik jika tak pernah dilahirkan, dan rasanya ingin lenyap saja dari muka bumi. Nah, perasaan seperti itulah yang harus kamu buang jauh-jauh.

Kamu harus tahu, kamu itu berharga. Kamu adalah satu – satunya dirimu di muka bumi ini. Tak ada yang sama sepertimu. Kamu special dan layak dicintai! Jangan merasa paling jelek, tidak menarik atau bodoh. Setiap orang memiliki sisi keunikannya masing–masing. Punya kelebihan dan tidak bisa disamakan, because you are special!

  1. Percaya pada diri sendiri

Poin yang penting berikutnya adalah soal kepercayaan diri. Jangan hiraukan orang–orang yang mengganggu, terus berjalan dan jalani hidup dengan rasa percaya diri. Tidak diterima oleh sebagian orang bukan berarti kamu pantas diperlakukan tidak semestinya. Tunjukkan bahwa hanya dirimulah yang memiliki wewenang penuh atas dirimu sendiri.

Seperti yang diungkapkan Nurul Wasilah, menurutnya dengan percaya diri kita bisa merasa lebih bebas. “Kita mau melakukan apapun menjadi bebas. Saya mau melakukan apa saja yang penting ini saya. Tidak usah depresi atau malu,” ungkap mahasiswa Fakultas Syariah 2018 tersebut. Itulah mengapa kepercayaan diri itu penting, dan bisa membuatmu bebas juga tidak merasa terkekang. Jadi, percaya diri!

  1. Bangun rasa kepercayaan pada sekitar

Tidak semua orang akan berperilaku buruk terhadapmu. Ketika kamu diganggu beberapa orang, tidak berarti semua orang akan bersikap sama. Tidak ada salahnya untuk mulai berbicara dan membangun relasi baru. Setiap orang memiliki kecocokan yang berbeda dengan orang lain.

Diungkapkan oleh Hana Syarifah Firdaus mahasiswa Fakultas Teknik 2018, salah satu cara menghadapi bullying adalah mencari lingkungan baru dan belajar percaya pada sekitar. “Tidak semuanya jahat dan tidak semuanya baik. Jangan mudah percaya tapi juga jangan curigaan. Apalagi jadi menutup diri” tuturnya saat ditemui di Gedung Aquarium Unisba, Jalan Tamansari No.1, pada Jumat (12/4).

  1. Kamu tidak sendirian

Kamu tidaklah hidup seorang diri. Di luar sana, tanpa kamu sadari, ada orang yang diam–diam mendoakanmu dengan tulus. Ibumu selalu menunggu kepulanganmu. Keluargamu membutuhkanmu, dan teman–teman yang menyukaimu. Jangan terfokus pada orang yang tidak menghiraukanmu, menyudutkanmu, bahkan bersikap kasar terhadapmu.

Bagi Riyantika Syawaliah, mahasiswa Fakultas Hukum 2018, mengaku memiliki orang yang ada disisi kita itu penting. Pasalnya, korban jangan sampai melakukan hal yang sia – sia seperti bunuh diri. So, jangan berpikiran buruk karena hidup adalah tentang perjalanan. Kamu harus tetap berjalan dan terus mencari. Semangat!

Kita pun harus peduli terhadap lingkungan sekitar, bisa jadi ada teman disekitarmu itu menjadi korban atau pelaku dari perundungan.  Kata maaf, tolong, dan terima kasih merupakan tiga kata mujarab yang bisa menghangatkan hati. Jika semua orang memiliki kesadaran untuk melawan perundungan, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dunia akan lebih indah dengan kepedulian.

Reporter: Verticallya/SM

Penulis: Verticallya/SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *