Tips Simpel Menghadapi Hujan Ala Mahasiswa

Foto: Net

Some people feel the rain. Others just get wet...” – Bob Marley

Guyuran hujan di minggu pertama 2016, seakan menghapus sisa-sisa kenangan buruk sang mantan di tahun sebelumnya. Lekas move on kawan, kebahagiaan tak sepenuhnya terus menerus tentang punya pacar.

Demi memenuhi tuntutan orang tua untuk selesai kuliah tepat waktu, tentunya kita harus punya mental kuat melawan posesifnya kasur kala ada kelas perkuliahan. Di musim penghujan ini, mental saja belum cukup, badan juga harus tetap fit mencegah para penyakit menggoda fisik. Berikut ini hal-hal yang dapat kamu lakukan dan butuhkan ketika musim hujan.

  • Sedia cemilan sebelum lapar

Maag, migrain, dan masuk angin adalah penyakit yang umumnya menjangkit mahasiswa. Biasanya telat makan dan kurang istirahat menjadi faktor yang utama. Nah, sedia cokelat batangan atau roti di dalam tas bisa menjadi cara kecil menghindari penyakit di atas. Untuk para pengidap maag, baiknya mulai membiasakan diri untuk makan dengan teratur.

  • Bangun lebih pagi

Sebuah studi dalam Jurnal Emotion tahun 2012 menyatakan, mereka yang bangun tidur lebih awal cenderung memiliki mood ceria dan lebih bahagia dibandingkan mereka yang bangun terlambat. Mood yang bagus ini bisa kita manfaatkan untuk bersih-bersih kamar sambil diiringi playlist favorit. Katakan tidak untuk mengantuk dan mager ngampus.

  • Payung dan jas hujan

Kedua barang di atas mungkin dinilai sepele oleh sebagian orang, padahal jas hujan atau payung dapat membantu kita meminimalisir saat berteduh kala hujan deras menghadang. Dari pada rambut hasil catokan satu jam dan baju bersih hasil laundry kena basah, alangkah lebih baiknya menyisakan ruang di jok motor dan tas kita untuk peralatan ini, prepare sebelum hujan!

  • Jaket tebal

Selain memberikan rasa hangat, jaket tebal juga bisa mengurangi resiko berbahaya terpapar angin malam. Bukan hanya penyakit pernapasan seperti asma dan paru-paru basah, angin malam juga mengundang nyamuk-nyamuk nakal penyebab kaki gajah dan malaria. Jadi, berhati-hatilah bagi para sista yang senang keluar malam dengan busana kurang bahan.

  • Istirahat cukup

Dalam sebuah studi, mahasiswa yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup cenderung memiliki nilai yang lebih buruk dibandingkan mereka yang cukup tidur. Sayangnya, kebanyakan mahasiswa termasuk saya lebih memilih mengorbankan waktu tidur untuk mengerjakan tugas. Sulit tidur? Coba jauhkan diri dari gadget, minum susu hangat sebelum tidur, lalu matikan lampu. Memiliki waktu tidur yang cukup memacu kreatifitas dan meningkatkan memori, tentunya menghindarkan kita dari penyakit penyakit berbahaya.

Mungkin banyak dari kita menggerutu dengan hujan yang tak kunjung reda. Barangkali musim penghujan ini menjadi batu lompatan kita untuk memperbaiki gaya hidup yang berantakan sebelumnya. Semoga saja, fisik selalu sehat dan IPK meningkat. Amin.. (Raisha/SM)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *