Seandainya Aturan Lift Tamansari 1 Diterapkan di Tamansari 24

Petugas keamanan menunggu pekerja proyek pembangunan gedung baru Unisba mengakhiri pekerjaannya di Jalan Tamansari No. 24, Kota Bandung pada Kamis (4/4/2019). (Shella Mellinia/SM)

Suaramahasiswa.info – Kini, gedung yang menjulang tinggi bukan hanya Fakultas Kedokteran Unisba saja. Gedung Tamansari 24 pun akan menjadi pemandangan baru dengan 8 lantai dan 2 bassement ke bawahnya.

Gedung ini dibangun khusus untuk ruang dekanat, ruang dosen, ruang rapat dan administrasi. Namun tidak menutup kemungkinan banyak mahasiswa juga yang akan mengunjungi gedung tersebut. Kepala Sarana dan Prasana Yayasan Unisba, Koko Heriyadi mengatakan pembangunan gedung Tamansari 24 untuk pusat dekanat (meski tidak semua fakultas), sehingga mahasiswa tidak kebingungan mencari dosen yang bersangkutan.

Tentu dalam menggapai lantai yang lumayan tinggi, perlu disediakan fasilitas lift. Masalahnya, mahasiswa boleh pakai enggak? Jika melirik aturan penggunaan lift di Tamansari 1, cukup merumitkan mahasiswa.

Fasilitas lift di Tamansari 1 dibangun untuk mempermudah masyarakat disabilitas dan dosen lanjut usia. Warek I, Atep Haris Nu’man mengatakan pengguna harus bisa memperhatikan skala prioritas dan kapasitas lift, sehingga universitas menerapkan sistem Behavior, Culture, Attitude (BCA) bagi mahasiswanya.

Jika BCA tidak diamini oleh mahasiswa, universitas akan memberlakukan aturan. “Boleh jadi nanti akan ada petugas khusus yang memegang kartu saat naik turunnya lift.” Benar saja, setelah beberapa lama beroperasi, petugas kampus bergilir menjaga pintu lift.

Aturan main lift tersebut, mahasiswa hanya boleh naik dari lantai 1 ke lantai 4 (ujung ke ujung), dan sebaliknya. Jika nekat naik atau turun ke lantai 2 atau 3, siap-siap kena tatapan sinis dari orang-orang di dalam Ruang Tunggu Dosen (RTD).

Seandainya aturan penggunaan lift dari ujung ke ujung itu diberlakukan di Tamansari 24 yang memiliki 8 lantai, mahasiswa harusnya semakin sehat. Dari 4 lantai menjadi 8 lantai adalah peningkatan yang signifikan.

Faktanya, naik tangga bisa menjadi pilihan olahraga bagi yang tidak punya waktu pergi ke tempat gym. Pasalnya naik tangga pun dapat membakar kalori, menurunkan resiko stroke, menyehatkan jantung, menguatkan otot, dan melawan kemalasan.

Selain memperhatikan segi akademik, ternyata Unisba memperhatikan kesehatan jasmani mahasiswanya.

Penulis: Puspa Elissa Putri

Editor: Febrian Hafizh Muchtamar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *