Negeri Ini Butuh “Pekerja”

Menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya.

“Pemimpin ideal itu pemimpin yang melaksanakan amanah rakyatnya sendiri.”
ujar Faishal

Pemilu kian dekat, dari lima belas partai politik dan ratusan calon legislatif itu, masyarakat pun harus giat menghafal para pemimpin yang akan dipilihnya. Hari ke hari pun para calon pemimpin giat menyebar janji-janji yang akan dilaksanakan lima tahun ke depannya. Foto, pamflet, baliho, dan yang lain-lain sudah ada dimana-mana hingga pelosok desa. Ini menjadi pertempuran janji dan misi calon pemimpin kepada seluruh penghuni negeri ini.

Perebutan lahan kursi tertinggi negeri ini menjadi salah satu arena yang sangat ramai dari dahulu kala. Warna-warni bendera menyelimuti jalanan dan tembok-tembok rakyat yang tak bersalah. Kenapa harus ada pawai besar-besaran di sini? Nantinya pun rakyat yang mem bersihkannya. Melihat acara di televisi, pasti ada warna-warna politik, dari pagi hingga larut malam masih tersedia. Hari ini giat berkampaye dan dekat dengan seluruh rakyat, namun kemungkinan nantinya bakal jauh dari rakyat karena terlalu sibuk dengan jabatannya.

Zaman semakin berkembang, seharusnya pemimpin pun berkembang juga dari segi penyampaian aspirasi dan motivasi kepada masyarakat. rakyat tak ingin menerima uang ataupun omong kosong yang diberikan oleh para wakil rakyat. Kerja nyata, tak pandang bulu, dan menepati janji itulah keinginan rakyat. Banyak kata-kata indah yang terucap oleh para calon pemimpin namun masih banyak dengan diselingi oleh suapan-suapan manis.”Uang,” Masih menjadi pilihan utama dalam berkampanye. Pandangan masyarakat terhadap politik negeri ini semakin rusak dan kemungkinan sedikit demi sedikit hancur. Mengapa harus caranya seperti itu, tak ada cara lainkah?

Jangan anggap masyarakat ini hanya penonton dan penerima bualan saja dan nantinya di acuhkan. Ingatlah kawan, jika negeri ini tanpa kita, pasti mereka akan menguasai sesukanya. Sebagai warga negara, kita pun harus sadar dan ikut berpartisipasi dalam pemilu nanti, karena negeri ini dalam lima tahun ke depannya dan selanjutnya ada ditangan kita. Cari pemimpin yang dekat dengan kita dan juga mempunyai pengalaman. Kita tantang calon pemimpin, apakah mereka dapat merencanakan sesuai tujuannya dan melaksanakan janjinya? Kita lihat nanti. (Agam Rachmawan/SM)