Menu Sahur Praktis Untuk Anak Rantau

Mahasiswa membeli makanan di salah satu warteg Jalan Tamansari pada Senin (07/06/2017). Mahasiswa rantau perlu menyiapkan menu praktis secara mandiri di tengah hidupnya di kampung orang.

Suaramahasiswa.info, Unisba –  Tiap bulan suci ramadan banyak kalangan mahasiswa yang menghabiskan waktu berbuka puasa dan sahurnya bersama keluarga di rumah. Bagi mahasiswa bukan rantau, hal ini tidak menjadi masalah sebab penghuni rumah sudah menyediakan menu yang disantap. Berbeda dengan mahasiswa yang hidup di ‘perantauan’ yang jauh tinggal bersama keluarganya. Mereka harus merelakan dirinya untuk sahur mandiri di kampung orang.

Jauh dari keluarga, membuat mahasiswa rantau perlu menyiapkan menu praktis di sela kesibukannya menjadi seorang mahasiswa. Menu andalan dari telur goreng hingga membeli makan di warteg menjadi andalan sejumlah mahasiswa indekos. Berikut beberapa makanan ‘simpel’ dari mahasiswa rantau yang bisa dijadikan opsi untuk sahur;

  1. Telur goreng.

Harganya yang murah menjadikan menu ini langganan anak rantau untuk sahur. Selain itu, bahannya pun mudah dijangkau di tempat sekitaran warung atau mini market tersekat. Mahasiswa Fakultas MIPA Yulia Ali memilih menu ini untuk sahur karena harganya yang tidak mahal dan praktis pembuatannya.  “Telur itu harganya anak kos banget hahaha,” ucapnya.

2. Abon.

Menu berikutnya yang praktis dan tahan lama adalah abon. Menu ini tidak memerlukan untuk memasak, penyajiannya pun sederhana. Apalagi bagi mahasiswa yang kepepet waktu imsak, menu ini bisa disajikan dengan cukup nasi saja. Hal ini dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Dinna Ulyatul yang terkadang memakan menu ini saat sahur tiba. “Soalnya praktis tinggal masak nasi, nunggu nasi mateng terus taburin abon deh,” ungkap mahasiswa angkatan 2016 tersebut.

  1. Menu warteg.

Selama bulan ramadan, banyak ditemukan warteg yang buka 24 jam. Kamu tidak perlu menguras dompet lebih dalam untuk menikmati sahur di warteg dengan rasa yang lezat. Seringkali sahur di kosan sendirian bikin malas dan enggak semangat karena harus menyiapkan ini-itu. Antisipasi melewatkan sahur, menu warteg bisa menjadi opsi mahasiswa rantau. Seperti yang dilakukan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2014, Imam Oetomo. “Karena enggak ada alat masak dan malas jadinya saya memilih warteg,” ujarnya.

Menu di atas bisa dijadiin opsi buat kalian yang merantau untuk  menu yang bisa disantap saat sahur.  Menyiapkan sahur sendiri memang terkadang merepotkan, untuk itu kalian juga bisa mengajak teman-teman rantau kalian untuk sahur bersama. (Regita/SM).