Masuk Perguruan Tinggi, Begini Alasan Mahasiswa

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) diskusi di Pelataran Khez Muttaqien, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung, Kamis (15/2/2018). Beberapa mahasiswa mengaku, akademis bukan satu-satunya alasan masuk perguruan tinggi. Mencari teman, organisasi, tuntutan orangtua, sampai cari jodoh pun mereka ungkapkan. (Puspa/Job)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Siapa sih yang enggak tahu mahasiswa? Menurut Knopfemacher dalam Suwono (1978), mahasiswa merupakan insan-insan pencari gelar sarjana melibatkan diri dengan perguruan tinggi untuk dididik dan diharapkan menjadi calon intelektual. Sudah sering mendengar juga ‘kan kalo mahasiswa itu sebagai agent of change atau subjek yang membawa perubahan bagi lingkungan.

Beragamnya latar belakang, kepribadian dan pengetahuan yang dibawa mahasiswa ke perguruan tinggi membuat tujuannya bermacam pula. Selain sebagai agent of change, mahasiswa pun punya ragam tujuan ikut dalam kehidupan kampus lho. Nah, tujuan-tujuan mahasiswa dapat dikelompokkan seperti berikut.

Pertama, tipe mahasiswa yang fokus kuliah. Seperti Iyad Hafizh mahasiswa Fakultas Syari’ah, ia yang mengorientasikan kehidupan perkuliahannya untuk akademis. Tipe ini memantapkan diri untuk mendapat ilmu. Ia juga mengaku anti-mencontek dan anti-tipsen. “Saya tidak mempermasalahkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), yang penting dapat ilmu,” ungkapnya, Kamis (15/2).

Ada juga yang kuliah karena tuntutan orang tua lho. Rata-rata tipe mahasiswa seperti ini imbang antara semangat dan lesu. “Kuliah disuruh orang tua biar enggak nganggur,” ungkapan dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Arman Tio Leriant. Bahkan tuntutan orang tua mengurungkan cita-cita Arman menjadi tentara.

Selanjutnya tipe mahasiswa organisatoris. Tipe ini sering kali ditemui tengah rapat di sekretariat pun sudut-sudut kampus. Biasanya tipe ini dijuluki kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat). Salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fuzy Fauziyyah mengamininya. Ia sangat anti dibilang mahasiswa apatis. “Kuliah memang tidak terabaikan, tapi fokusnya sih ke organisasi dari semester tiga sampe sekarang juga.”

Lain halnya dengan  Tsania Dika, “aku mah tujuannya cari temen.” Mahasiswa Fikom ini tipe yang  mencari relasi. Tsania menganggap cari teman sebanyak mungkin memang cara untuk bersosialisasi. Ia mengungkapkan tetap menjalankan rutinitas kuliahnya, tetapi lebih banyak nongkrong. Banyak cara menjalin relasi, berorganisasi pun menjadi salah satu caranya mendapatkan relasi.

Berorganisasi, mengejar IPK, dan menjalin relasi sepertinya sudah biasa. Nampaknya ada yang lebih luar biasa yakni mencari pasangan hidup. Mahasiswa tipe ini menjadikan kuliah sebagai ajang mencari pasangan. Mereka lihai sekali lirik sana lirik sini. “Satu nyari cewek, dua nyari cewek, tiga nyari cewek, empat nyari jodoh,” ungkap mahasiswa Fikom 2017 Arie Ramadhan.

Jadi, kalian tipe mahasiswa yang memiliki tujuan seperti apa? Atau pernah melihat mahasiswa yang seperti tipe di atas? Apapun tujuan kalian, tetap menjadi mahasiswa yang cinta dan peduli akan perbedaan masing-masing, ya. (Puspa/Job)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *