[Artikel] Makhluk yang Tak Pernah Puas

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri dan selalu bergantung antara satu dengan yang lainnya. Namun jauh di dalam dirinya, manusia mempunyai sifat dasar yang jauh dari sifat sosialnya. Mereka itu egois, manja, pada dasarnya tidak ingin mengalami kesusahaan dalam hidupnya, tidak pernah merasa puas dan mereka selalu mempunyai keinginan pribadi serta imajinasinya sendiri. Hal ini yang membuat makhluk ciptaan Allah SWT ini berbeda dengan makhluk hidup lainnya.

John Lucke seorang filsuf menampilkan perhatiannya yang begitu besar bagi kondisi natural alam dan manusia. Maksudnya John Lucke menampilkan sistem pemikiran filosofis yang berbasis pada kondisi natural. Pemikiran Lucke tentang alam dan manusia ditempatkannya dalam konteks pengalaman sebagai dasar dari perkembangan hidup manusia.

Menurut Locke, manusia sering mengimajinasikan sesuatu tindakan yang berhubungan dengan suatu pilihan diantara berbagai alternatif yan ada. Tindakan memilih ini oleh John Locke disebut dengan istilah ‘volition’. Volition dapat terjadi apabila kita menggerakkan kekuatan kehendak atau kemauan. Jadi kemauan adalah kekuatan untuk memilih. Kemauan itu bukan keinginan. Keinginan adalah ide refleksif yang melibatkan sesuatu keadaan di masa mendatang. Sedangkan kemauan adalah kekuatan untuk memilih sesuatu keadaan atau tindakan dimasa sekarang. Meskipun kemauan tidak sama dengan keinginan, namun keduanya berhubungan erat. Kita mau itu berarti kita memilih diantara dua keinginan atau lebih.

Dari pemikiran John Locke ini dapat kita tahu mengapa manusia itu selalu banyak inginnya. Makhluk Tuhan yang satu ini selalu saja mengeluh padahal dia sudah meraih apa yang ia mau namun masih saja ada rasa kurang dalam dirinya. Kemauan manusia ini tidak pernah terpuaskan, selalu ingin lebih dan lebih.

Ambisius, mungkin itu julukan yang pas untuk menggambarkan kondisi ini. Hidup yang hanya sekali ini kadang dijadikan alasan untuk mendapatkan apa yang diingini. Manusia tidak pernah mau rugi. Semua kemauannya ini berdasarkan dari berbagai dorongan. Ada tiga dorongan yang melandisi hal ini, Dorongan mempertahankan diri, mempertahankan jenis, dan mengembangkan diri.

Terkadang kita sebagai manusia juga harus membuang ego kita untuk mendapatkan banyak hal. Lihat sekitar kita, lihat di sekeliling kita, apa yang kita dapat itu yang harus kita syukuri. Di luar sana, masih banyak orang yang mempunyai keinginan segudang tapi tidak bisa mewujudkannya. Sedangkan kita? Bisa mendapatkan apa yang kita mau tapi kita masih mau mendapatkan yang lebih. Egois bukan? Walaupun itu pada dasarnya adalah sifat kita tapi alangkah lebih baiknya sifat egois ini bisa kita kurangi pelan demi pelan. Jangan mengeluh hanya karena satu keinginan kita tak terpenuhi, resapi makna hidup ini dan lihat disekeliling kita, orang lain yang tidak bisa mewujudkan kemauaanya tapi mereka tetap tersenyum dan menikmati hidup ini. (Winda/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *