Mahasiswa dan Lakonnya di Masyarakat

Menjadi seorang mahasiswa tidaklah seindah dan semenyenangkan seperti di FTV saja, bila melihat ke belakang, banyak hal yang telah dilakukan oleh mahasiswa untuk bangsa ini. Jika membahas mengenai kejadian tahun 1998, dimana demonstrasi besar-besaran terjadi pada waktu itu untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soeharto , mahasiswa pada masa itu berperan besar dalam pelaksaannya. Hal ini membuat mereka mempunyai peran tersendiri untuk bangsa. Beberapa peran mahasiswa, diantaranya:

1. Mahasiswa sebagai “Agent of Change

Bangsa ini sudah memiliki segudang masalah tapi minim solusi, butuh pemikiran-pemikiran segar guna menghindari keterpurukan yang semakin dalam. Perubahan adalah hal yang mesti dilakukan, untuk itu mahasiswa diharapkan dapat membawa sesuatu hal yang baru. Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya.

Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut. Lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini.

2. Mahasiswa sebagai “Social Control

Disini mahasiswa tidak dituntut sebagai pengamat namun dituntut sebagai pelaku dalam kehidupan bermasyarakat karena mereka juga berasal dari masyarakat. Itulah yang mendasari adanya pengabdian pada masyarakat dalam tri dharma perguruan tinggi. Dituntut untuk peduli pada sekitarnya karena kelak dari bibit bangku perkulihanlah akan muncul calon pemimpin bangsa kelak. Jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas disematkan pada pundak mahasiswa. Hal ini membuat mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku disekitarnya, dan pola berfikirnya.

3. Mahasiswa sebagai “Iron Stock
Mahasiswa sebagai Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Membahas peranan ini sebenarnya berkesinambungan dengan konsep ajaran Islam peran pemuda sebagai generasi pengganti tertulis dalam Al-Maidah:54, yaitu pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai, lemah lembut kepada orang yang beriman, dan bersikap keras terhadap kaum kafir. Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa.

Itulah beberapa peran yang secara tidak sadar dipikul oleh seorang mahasiswa. Untuk memenuhi peranan itu sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan, baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya. Belajar dari kesalahan merupakan guru yang paling baik untuk menyongsong masa depan tanpa mengulangi kesalahan yang sama. (Winda RN/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *