Kaku Sebelah Wajah, Awas Bell’s Palsy!

Foto: Sumber NET.

Suaramahasiswa.info, Bandung – Sering tekena angin malam? Tiba-tiba wajah melorot sebelah? Terasa nyeri di sekitar rahang maupun di belakang telinga?Atau timbul rasa nyeri di kepala? Hati-hati Anda terkena Bell’s Palsy.

Kelumpuhan yang terjadi di syaraf ketujuh atau Bell’s Palsy ini, menurut Alya Tu Reproduksiina selaku dokter ahli syaraf di RSAU M. Salamun, biasanya hanya mengenai syaraf di sebelah wajah saja. Meskipun tidak mengancam jiwa, baginya tetap saja penyakit ini mengganggu. Sebab jika tidak ditangani Bell’s Palsy akan terus membekas di wajah seseorang.

“Belum pasti juga penyebab dari Bell’s Palsy apa, karena sifatnya masih idiopatik (belum diketahui). Tetapi teorinya sudah cukup banyak, seperti teori psikemi, infeksi virus, dan infeksi imunologi. Kemungkinan besarnya  terjadi akibat virus yang rentan menyebar dalam keadaan dingin.”

Mendengar penjelasan dari Alya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Termasuk mahasiswa yang sering pulang larut malam. Sebab, hal ini dialami oleh Cut Nanis Widya salah seorang mahasiswi di London School of Public Relations. Kebiasaannya berkendara di malam hari tanpa menggunakan pelindung kepala, membuatnya harus merasakan penyakit ini. Perempuan yang akrab disapa Caca ini bercerita, dirinya pernah merasa kaku di bagian wajah hingga sulit untuk berekspresi.

Alya kembali menjelaskan, bila pengobatan untuk Bell’s Palsy tidak bisa dilakukan sehari setelah terjangkit penyakit ini. Bila langsung dilakukan bisa membuat penyakit ini akut. Pertama-tama pasien harus mengkonsumsi vitamin seperti B12 dan metikobalamin, selama enam hari sebelum melakukan fisioterapi. Menurut Alya, fiosioterapi bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa dengan dihangatkan atau akupuntur rutin selama kurang-lebih satu bulan.

“Saya sarankan, penderita Bell’s Palsy melakukan senam wajah secara rutin selama masa pengobatan fisioterapi,” ujar Alya yang juga merangkap sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Unisba.

Selain menghindari kontak langsung dengan angin, ia menyarankan agar masyarakat menjaga pola makan dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit Bell’s Palsy. Senada dengan Alya, Caca pun berpesan, mahasiswa ketika pulang malah hari, sebaiknya menggunakan masker dan hindari tidur dekat kipas angin supaya terhindar dari Bell’s Palsy. (Wulan dan Agistha/ SM)