[Artikel] Gimana Caramu Menghabiskan THR?

“Peraturan yang mengakar akan mengakibatkan tumbuhnya budaya baru.”

Begitu pula dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Peraturan yang di buat oleh kabinet Soekiman pada tahun 1951 kini menjadi suatu keharusan kala hari raya datang. Pada saat itu, untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai salah satu program kerja yang di buat yaitu membagikan tambahan uang kepada PNS seminggu sebelum hari raya datang. Setahun setelahnya, pemerintah menetapkan kepada seluruh instansi negeri dan swasta untuk membagikan tunjangan berupa uang kepada para pegawainya. Mungkin faktor inilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa banyak barang baru di hari lebaran, hehehe.

Setelah sedikit tau latar belakang bagaimana THR lahir dan membudaya di bumi pertiwi ini, selanjutnya kita telaah pola masyarakat Indonesia khususya kota-kota besar, untuk menghabiskan uang THR-nya. Sebuah perusahaan riset yang berpusat di Hongkong, Aybsos Asia Homebase Research (AAHR), meneliti bagaimana uang THR tersebut bersirkulasi di dalam masyarakat. Dengan mewawancarai 1040 orang dari empat kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, mereka berhasil menemukan suatu hasil valid.

Hasilnya 38% uang THR di belanjakan makanan menuju dan untuk hari raya, lalu 32 % di habiskan untuk berbelanja pakaian dan sekitar 26 % lainya, di bagikan untuk mudik, zakat, salam tempel dan untuk berlibur. Hanya 4% dari jumlah keseluruhan yang menyisihkan uang THR-nya untuk ditabung. Menggejutkan? Memang. Namun kenyataan ini jelas menjawab semua pertanyaan kita tentang keberadaan uang THR yang sangat mudah sekali habis.

Baik tidaknya soal pola keuangan ini memang sangat relatif, seperti yang dikatakan perencana keuangan Budi Raharjo, yang di lansir oleh netTv. Ia mengatakan bahwa alokasi dana sangat bergantung pada masyarakatnya itu sendiri dan rata-rata masyarakat Indonesia bersifat konsumtif. Sebenarnya, pola seperti itu harus diimbangi dengan menyimpan 20% dari setiap dana yang di peroleh.

Intinya, kita sangat boleh mempergunakan dana atau menghabiskan tunjangan yang kita peroleh asal jangan lupa untuk menabung. Khususnya dana di hari raya ini. Sebaiknya bonus tahunan yang satu ini sedikit di tabung agar mereka tidak hanya numpang lewat di dompet. (Wildan/SM)

Be wise 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *